Puasa Tasu'a & Asyura 2026: Rabu 24 Juni, Kamis 25 NU

Dani L. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Puasa Tasu'a & Asyura 2026: Rabu 24 Juni, Kamis 25 NU

Gambar atau konten salah?

Di bulan pertama kalender Hijriah, yaitu Muḥarram, umat Islam dianjurkan untuk menambah amal ibadah. Salah satu amalan yang paling sering dipraktikkan adalah puasa sunnah pada tanggal 9 Muḥarram (Tasu'a) dan 10 Muḥarram (Asyura).

Menurut buku Panduan Puasa karya Fakhrizal Idris, puasa yang paling utama pada bulan Muḥarram adalah puasa Asyura. Hari itu menandai kemenangan Nabi Musa AS atas kejaran Fir'aun, dan Nabi Musa AS sendiri berpuasa sebagai bentuk rasa syukur.

Setelah Nabi Musa, Nabi Muhammad SAW juga berpuasa pada hari Asyura dan mengizinkan umatnya mengikuti. Ia juga menyarankan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muḥarram agar umat tidak berselisih dengan puasa kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muḥarram.

Selalu sebelum berpuasa, umat dianjurkan mengucapkan niat. Niat ini menunjukkan kesungguhan kita beribadah kepada Allah SWT. Berikut contoh bacaan niat untuk kedua puasa tersebut.

Untuk puasa Tasu'a, bacaan niatnya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Arti: Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala.

Untuk puasa Asyura, bacaan niatnya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Arti: Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala.

Jadwal puasa Tasu'a dan Asyura pada tahun 2026 diatur oleh beberapa lembaga. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, 9 Muḥarram 1448 H jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026 dan 10 Muḥarram 1448 H pada Kamis, 25 Juni 2026.

Jadwal tersebut juga sesuai dengan penetapan awal Muḥarram oleh Muhammadiyah yang tercantum dalam Kalender Hijriah Global Tunggal. Jadi, bagi pemerintah dan Muhammadiyah, puasa Tasu'a dan Asyura akan dilaksanakan pada tanggal yang sama.

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan 1 Muḥarram 1448 H pada Rabu, 17 Juni 2026. Karena perbedaan satu hari, warga NU akan memulai puasa Tasu'a pada Kamis, 25 Juni 2026 dan Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026.

Berikut jadwal lengkapnya:

  • Puasa Tasu'a (9 Muḥarram 1448 H) – Pemerintah & Muhammadiyah: Rabu, 24 Juni 2026; NU: Kamis, 25 Juni 2026.
  • Puasa Asyura (10 Muḥarram 1448 H) – Pemerintah & Muhammadiyah: Kamis, 25 Juni 2026; NU: Jumat, 26 Juni 2026.

Keutamaan puasa Tasu'a dan Asyura dijelaskan oleh Nahdlatul Ulama. Berikut poin-poin utamanya:

  1. Puasa utama setelah Ramadan. Hadits riwayat al-Bahili menunjukkan bahwa berpuasa di bulan Muḥarram termasuk puasa pada bulan-bulan mulia. Hadits tersebut berbunyi:
    عَنِ الْبَاهِلِيِّ أَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتُكَ عَامَ الْأَوَّلِ. قَالَ: فَمَا لِي أَرَى جِسْمَكَ نَاحِلًا؟ قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا بِالنَّهَارِ، مَا أَكَلْتُهُ إِلَّا بِاللَّيْلِ. قَالَ: مَنْ أَمَرَك أَنْ تُعَذِّبَ نَفْسَكَ؟ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أَقْوَى. قَالَ: صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ بَعْدَهُ وَصُمِ الْأَشْهُرَ الْحُرُمَ. (رَوَاهُ دَاوُدَ وَابْنِ مَاجَهْ وَغَيْرِهِمَا)
  2. Setara dengan puasa 30 hari. Hadits riwayat Ibnu Abbas menyatakan:
    عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ كَاَن لَهُ كَفَارَةً سَنَتَيْنِ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا. (رواه الطبراني في الصغير وهو غريب وإسناده لا بأس به)
  3. Menghapus dosa setahun. Hadits riwayat Abu Qatadah menyatakan:
    عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُورَةَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)
  4. Menjadi pembeda dengan tradisi puasa kaum Yahudi. Hadits riwayat Ibnu Abbas berbunyi:
    عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)

Dalam konteks ini, al-Hafidh Ibnu Hajar menjelaskan tiga tingkatan puasa Asyura: satu, puasa hari Asyura saja; dua, puasa Asyura disertai puasa Tasu'a; tiga, puasa Asyura disertai puasa Tasu'a dan puasa 11 Muḥarram.

Dengan demikian, puasa Tasu'a dan Asyura pada tahun 2026 memiliki jadwal yang jelas, niat yang tepat, dan keutamaan yang banyak. Umat dapat menyesuaikan pelaksanaannya sesuai dengan lembaga yang mereka ikuti.

Keputusan ini memudahkan semua pihak untuk melaksanakan puasa sunnah dengan penuh kesadaran. Dengan memahami niat dan keutamaan, puasa menjadi lebih bermakna bagi setiap individu.

Puasa Tasu'aPuasa AsyuraMuḥarramNiat puasaKalender HijriahMuhammadiyahNahdlatul Ulama

Komentar

Memuat komentar...