Puasa 1 Muharram 2026: Tanggal & Keutamaan Khas Bagi Umat

Nurul H. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Puasa 1 Muharram 2026: Tanggal & Keutamaan Khas Bagi Umat

Gambar atau konten salah?

Setiap 1 Muharram umat Islam menandai pergantian tahun Hijriah. Di Makassar, seperti di kota lain, peringatan ini menjadi ajang memperbanyak amal, khususnya puasa. Puasa di bulan Muharram dianggap paling utama setelah Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi.

“Sebaik‑baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Berbagai buku, termasuk The Miracle of Fast karya Amirulloh Syarbini, menegaskan bahwa puasa di bulan ini memiliki nilai tinggi. Untuk memulai puasa, umat perlu membaca niat. Buku Meraih Surga dengan Puasa karya H Herdiansyah Achmad Lc. menyajikan bacaan niat 1 Muharram sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta'aala.

Artinya: “Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala.”

Waktu membaca niat ini biasanya di malam hari, namun karena puasa ini bersifat sunnah, jika lupa, dapat dibaca di pagi hari. Menurut Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Malam 1 Muharram dimulai sejak Senin, 15 Juni 2026, pada waktu Maghrib. Namun, penetapan tanggal 1 Muharram di Indonesia tidak sama di semua organisasi. Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 1 Muharram pada Rabu, 17 Juni 2026. Oleh karena itu, bagi umat yang mengikuti ketetapan NU, niat puasa dapat dibaca mulai Selasa malam 16 Juni 2026. Jika terlewat, dapat dibaca pada pagi hari 17 Juni 2026.

Menurut buku Panduan Praktis Ibadah Puasa karya Drs E Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim Lc, niat puasa sunnah di siang hari dibaca sebelum waktu zawal atau sebelum masuk waktu Dzuhur, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Hadits riwayat Muslim yang mendukung hal ini adalah:

“Dari Aisyah RA, ia berkata; Pada suatu, Nabi Muhammad SAW menemui dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” kami menjawab, “Tidak.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, “Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kura, samin dan keju).” Maka beliau pun bersabda: “Bawalah kemari, sungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa.”” (HR Muslim)

Secara hukum, puasa 1 Muharram tidak dilarang. Buya Yahya, melalui kanal YouTube pribadinya, menjelaskan bahwa tidak ada dalil khusus yang mewajibkan puasa pada 1 Muharram. Namun, puasa sunnah diperbolehkan kapan saja, kecuali pada hari-hari yang dilarang berpuasa, seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan tiga hari Tasyrik. Puasa 1 Muharram dapat dilaksanakan sebagai puasa sunnah mutlak atau puasa sunnah lain yang bertepatan dengan tanggal tersebut, tanpa ada ketentuan khusus yang menetapkan puasa awal tahun Hijriah sebagai sunnah yang berdiri sendiri.

Keutamaan puasa 1 Muharram juga ditekankan dalam buku Menggapai Berkah di Bulan‑Bulan Hijriyah karya Siti Zumratus Sa'adah. Hafshah meriwayatkan hadits dari Rasulullah: “Barangsiapa berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijah dan juga hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya sebagai penghapus atas dosa selama lima puluh tahun, dan puasa sehari di bulan Muharam sebagai penghapus atas dosa selama tiga puluh hari.”

Dengan demikian, puasa 1 Muharram tidak hanya menjadi bentuk ketaatan, tetapi juga memiliki nilai spiritual tinggi. Menyambut tahun baru Hijriah dengan puasa memberi kesempatan bagi umat untuk memulai tahun baru dengan amal baik, sekaligus memohon pengampunan dan pahala yang besar.

Puasa di bulan Muharram, khususnya pada 1 Muharram, merupakan amalan yang dianjurkan dan tidak dilarang. Waktu membaca niat dapat disesuaikan dengan ketentuan kalender, baik menurut Kementerian Agama maupun NU. Hadits-hadits yang dikutip menegaskan nilai tinggi puasa ini, baik dalam konteks pengampunan dosa maupun sebagai bentuk ketaatan yang disukai Allah. Dengan memahami hukum dan keutamaan ini, umat dapat melaksanakan puasa 1 Muharram dengan penuh kesadaran dan niat yang tulus.

1 MuharramPuasaTahun HijriahHaditsNUKalender Hijriah IndonesiaKeutamaan puasa

Komentar

Memuat komentar...