Purbaya Jelaskan Defisit APBN 3% di Pertemuan S&P Jakarta
Gambar atau konten salah?
03 Juni 2024 menjadi hari penting ketika Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan S&P di Jakarta. Fokus utama pertemuan adalah komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto.
Purbaya menegaskan upaya pihaknya menjelaskan kondisi dan fondasi ekonomi Indonesia secara menyeluruh. Ia berharap penjelasan tersebut dapat dipahami oleh lembaga pemeringkat kredit dan penyedia data keuangan global.
“Ya, pada dasarnya kita jelaskan posisi kita semaksimal mungkin seperti apa. Biar mereka mengerti pondasi ekonomi kita seperti apa,” ujar Purbaya di Kompleks DPR RI, Jakarta, 04 Juni 2026.
Menurutnya, S&P dalam pertemuan tersebut mencari informasi dan klarifikasi terkait kondisi ekonomi Indonesia. Namun, keputusan dan penilaian akhir akan dibahas lebih lanjut oleh tim internal lembaga pemeringkat tersebut.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah juga menyampaikan berbagai langkah yang ditempuh untuk menjaga kesehatan fiskal, termasuk strategi mempertahankan defisit APBN di bawah ambang batas 3%. Strategi itu akan dilakukan tahun ini dan tahun depan.
“Kewajiban kita kan itu. Untuk respons, mereka akan diskusikan di sana dengan timnya. Jadi, dia hanya mencari informasi dan kita jelaskan semaksimal mungkin dari posisi kita. Utamanya keseriusan kita menjaga defisit di bawah 3%, dan kita jelaskan cara-cara tahun ini mau ke tahun depan, dan semua termasuk perbaikan kondisi ekonomi kita,” beber Purbaya.
Selain itu, Purbaya memaparkan sejumlah perkembangan ekonomi yang dinilai positif, salah satunya perbaikan penerimaan negara, khususnya dari sektor perpajakan. Ia menyoroti pertumbuhan penerimaan yang signifikan.
“Pertumbuhan yang lebih baik dibanding tahun lalu, dan pertumbuhan penerimaan yang signifikan. Mei itu pertumbuhan pajaknya 22,1%. Jadi, jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. Itu satu hal yang menggembirakan. Jadi, itu yang saya sampaikan ke mereka,” tutup Purbaya.
Melalui pertemuan ini, Indonesia menegaskan komitmennya terhadap disiplin fiskal dan transparansi. Purbaya menekankan pentingnya menjaga defisit di bawah 3% dan memperkuat fondasi ekonomi untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indonesia 108 GW, 85% Fosil, 15% Terbarukan, Target Tercapai
IHSG Tutup 5.839,78, Garuda Naik Setelah Jatuh Pasar
Fiskal Indonesia Aman: Defisit APBN 0,7% PDB, Purbaya
Alfamidi Laba Kuartal 2026 Naik 39,5% dengan Ekspansi Gerai
Tarif Listrik Tetap 2017, Subsidi Naik Rp201 Triliun
BEI Hadiri Pertemuan Investor Global, Kuatkan Pasar Modal
Berita Terbaru
