Ramadan di Kastamonu: Mahasiswa Indonesia Nikmati Buka Puasa Gratis
Gambar atau konten salah?
Ramadan 2026 di Turki, khususnya di Kastamonu, memiliki suasana yang meriah. Di Universitas Kastamonu, yang terletak sekitar 3,5 jam dari Ankara, mahasiswa Indonesia merasakan pengalaman unik selama bulan suci ini. Salah satunya adalah Lulu Nadhirah Gustiana, yang menjelaskan bahwa kampus menyediakan acara buka puasa gratis.
"Universitas Kastamonu memfasilitasi iftar gratis bagi seluruh mahasiswanya, mulai dari hari Senin sampai Jumat. Setelah kelas, kami langsung pergi ke kantin pusat untuk berbuka puasa," ujarnya.
Makanan yang disajikan meliputi daging, nasi atau spaghetti, serta çorba, yaitu sup khas Turki. Terdapat juga manisan seperti kurma, buah-buahan, baklava, dan sütlaç. Suasana di kampus sangat mendukung kebersamaan mahasiswa saat berbuka puasa.
Buka puasa gratis tidak hanya di kampus, tetapi juga disediakan oleh pemerintah kota Kastamonu. Lulu menyebutkan bahwa buka puasa di Kapalı Pazar terbuka untuk semua warga, dari anak-anak hingga lansia, dan berlangsung dari hari Senin hingga Sabtu. Menu makanan di sana mirip dengan yang ada di kampus.
Aktivitas buka puasa gratis ini membantu mahasiswa Indonesia untuk menghemat pengeluaran selama Ramadan. Menurut Lulu, uang yang dihemat bisa ditabung untuk keperluan lainnya.
Namun, ada yang berbeda dengan tradisi Ramadan di Indonesia. Tidak ada pedagang kaki lima yang menjual takjil. Di Turki, satu makanan khas yang hanya dijual saat Ramadan adalah Ramazan Pidesi. Roti bulat besar yang lembut ini sangat diminati, dan sering membuat pembelinya antre.
"Ramazan Pidesi dijual dengan harga terjangkau, sekitar Rp 10.000, di toko roti atau warung kecil," jelas Lulu.
Mahasiswa Indonesia yang merindukan takjil ala Tanah Air biasanya membuat makanan sendiri dan berkumpul dengan teman-teman. "Makanan sederhana terasa lebih istimewa saat dinikmati bersama orang terdekat. Meski jauh dari keluarga, kami bisa merasakan kehangatan berbuka puasa bersama di Kastamonu," ungkap Lulu.
Selain itu, mahasiswa Indonesia juga aktif dalam kegiatan yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Kastamonu, termasuk melaksanakan tarawih bersama di Masjid Besar Ulu Cami.
Ramadan di Kastamonu menjadi momen yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan, meski jauh dari rumah. Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Nadiem Anwar Makarim Tolak Tuduhan Korupsi Chromebook
Nadiem Anwar Makariem Bela Korupsi Chromebook di Pengadilan
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Nadiem Anwar Makarim Bebas Tuntutan Pengadaan Chromebook
Berita Terbaru
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
