Rasa Dada Terbakar: Bisa Cakupan Serangan Jantung Segera?

Endah K. · 3 min baca · 12 jam lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Rasa Dada Terbakar: Bisa Cakupan Serangan Jantung Segera?

Gambar atau konten salah?

Rasa dada terbakar seringkali menjadi perasaan yang membuat seseorang merasa khawatir, terutama karena gejala ini seringkali dikaitkan dengan masalah jantung. Sensasi panas atau terbakar di dada bisa disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, jantung, hingga masalah paru-paru. Meskipun beberapa penyebabnya tidak berbahaya, keluhan ini tetap tidak boleh dianggap sepele, terutama bila muncul bersamaan dengan gejala lain seperti sesak napas atau nyeri yang menjalar ke lengan.

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab rasa terbakar di dada. Setiap penyebab memiliki ciri khasnya sendiri dan dapat diidentifikasi melalui gejala tambahan yang muncul bersamaan.

  1. Anxiety
    • Nyeri dada yang berhubungan dengan kecemasan dapat muncul secara bertahap atau tiba-tiba.
    • Gejala yang sering dialami: rasa terbakar, mati rasa, nyeri tumpul; nyeri tajam dan menusuk; nyeri dada terus-menerus; sesak di dada.
  2. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
    • Terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan secara teratur.
    • Gejala utama: sensasi terbakar di dada, sering disebut heartburn atau nyeri ulu hati.
    • Gejala tambahan: kesulitan menelan, rasa cairan asam naik ke tenggorokan, sensasi benjolan di tenggorokan, bersendawa, nyeri di perut bagian atas, sesak napas, sakit punggung setelah makan, sakit tenggorokan terus-menerus.
  3. Hernia Hiatus
    • Terjadi ketika sebagian perut menekan ke dalam rongga dada lewat lubang diafragma.
    • Gejala mirip dengan GERD dan tukak lambung: bersendawa, kembung, rasa asam di bagian belakang tenggorokan, nyeri di perut atau kerongkongan.
  4. Esofagitis
    • Refluks asam lambung yang berulang dapat menyebabkan peradangan pada kerongkongan.
    • Seiring waktu, dapat menimbulkan jaringan parut dan penyempitan lapisan kerongkongan.
    • Gejala: rasa sakit menelan, sulit menelan, sensasi makanan tersangkut di saluran makan, serta sensasi terbakar dan nyeri di dada dan perut bagian atas.
  5. Tukak Lambung
    • Luka terbuka di lambung disebabkan oleh asam yang mengikis lapisan lambung, seringkali akibat bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat penghilang rasa sakit.
    • Gejala: rasa terbakar di bagian atas perut atau tengah dada, memburuk di malam hari, setelah lama tidak makan, atau tepat setelah makan.
    • Gejala tambahan: kembung, bersendawa terus-menerus, merasa kenyang meski makan sedikit-sedikit, mual.
  6. Asma
    • Melibatkan penyempitan saluran udara di paru-paru, menghambat aliran oksigen.
    • Gejala: sesak, batuk, suara bersiul saat bernapas (mengi), sesak napas.
    • Menurut WebMD, penderita asma cenderung mengalami heartburn atau rasa terbakar di dada lebih sering.
  7. Pneumonia
    • Infeksi pada satu atau kedua paru-paru yang menyebabkan nanah atau cairan menumpuk.
    • Gejala: nyeri dada atau rasa terbakar saat menarik napas dalam-dalam atau batuk.
    • Gejala tambahan: panas dingin, sesak napas, batuk, demam, kelelahan, mual, muntah.
  8. Angina
    • Nyeri atau ketidaknyamanan di dada ketika otot jantung tidak menerima cukup darah kaya oksigen.
    • Gejala: tekanan, remasan, sesak, atau rasa terbakar di dada, yang dapat menyebar ke bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung.
  9. Emboli Paru
    • Penyumbatan pada pembuluh darah di paru-paru, biasanya karena gumpalan darah yang berpindah dari kaki atau bagian lain.
    • Gejala: nyeri tajam di dada yang memburuk saat menarik napas, batuk, makan, atau membungkuk.
    • Gejala tambahan: detak jantung cepat atau tidak teratur, pusing, sesak napas saat beraktivitas, batuk dengan darah, pembengkakan, nyeri, dan rasa hangat di kaki.
  10. Serangan Jantung
    • Terjadi ketika pembuluh darah yang memasok jantung tersumbat.
    • Gejala: tekanan, remasan, rasa terbakar atau nyeri di bagian tengah atau sisi dada.
    • Nyeri dapat hilang dan muncul kembali, serta menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.
    • Gejala tambahan: sesak napas, keringat dingin, mual, pusing.

Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito Damay, SpJP (K), FIHA, FICA, gejala serangan jantung dan GERD bisa mirip. Rasa panas di dada pada serangan jantung umumnya lebih berat. Pasien juga bisa merasakan adanya tekanan dan tidak nyaman di dada. 'Serangan jantung tidak selalu terasa sebagai nyeri dada, tapi mirip seperti 'GERD' atau nyeri ulu hati. Hal ini membuat serangan jantung sering terlewat pada situasi seperti ini,' katanya.

Berikut tanda-tanda kapan Anda harus segera mencari pertolongan medis:

  • Rasa tertekan, nyeri, atau tekanan di bagian tengah atau sisi kiri dada.
  • Nyeri yang menjalar ke rahang, leher, bahu, lengan, atau punggung, bahkan sebelum merasakan nyeri dada.
  • Sesak napas, bahkan hanya karena aktivitas ringan.
  • Muntah, mual, atau pusing.
  • Kelelahan ekstrem tanpa sebab yang jelas.
  • Berkeringat atau kedinginan.
  • Detak jantung lambat atau cepat secara tidak normal.

Rasa dada terbakar memang bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari masalah pencernaan ringan hingga kondisi serius seperti serangan jantung. Memahami gejala tambahan yang muncul dapat membantu menentukan apakah kondisi tersebut memerlukan perhatian medis segera. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

rasa dada terbakarGERDserangan jantunganginatukak lambungasmapneumoniaemboli paru

Komentar

Memuat komentar...