Kemacetan Meningkat di Kelurahan Kapal Mengwi Saat Galungan
Gambar atau konten salah?
Di Kelurahan Kapal Mengwi Badung, persiapan Galungan hampir mencapai puncak. Lapak-lapak pedagang bahan penjor dadakan mulai menjamur di sepanjang Jalur Denpasar-Gilimanuk, menambah keramaian di jalan utama.
Keberadaan penjual yang tersebar di sepanjang trotoar menimbulkan kekhawatiran akan potensi macet. Kendaraan pembeli cenderung menepi di sembarang tempat, sehingga arus lalu lintas menjadi lebih padat, terutama pada jam sibuk. Situasi ini semakin diperparah ketika tiga hari sebelum puncak Galungan, volume kendaraan diperkirakan akan meningkat karena banyak warga berbelanja perlengkapan penjor di pinggir jalan.
Pada Kamis, 11 Juni 2026, sejumlah pembeli masih parkir tepat di depan lapak pedagang. Lurah Kapal, I Nyoman Adi Setiawan, sudah mengeluarkan pengarahan kepada pedagang dan pembeli untuk tidak parkir langsung di depan lapak maupun di pinggir jalan raya.
“Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh warga masyarakat dan para pembeli penjor untuk tidak lagi memarkir kendaraan di badan jalan utama. Penutupan jalur alternatif di Jalan Menuh saat ini membuat beban kendaraan di jalur utama sudah sangat padat,” ujar Adi Setiawan.
Untuk mengurangi kepadatan, pihak kelurahan menyediakan tiga kantong parkir resmi. Lokasinya berada di Area Parkir Pasar Yadnya, area parkir dalam Wantilan Kapal, dan bahu Jalan Ratna, yang jarang dilalui kendaraan. Sistem parkir paralel di ketiga lokasi tersebut diatur rapi.
“Masyarakat yang mau belanja bisa langsung ke tiga kantong parkir itu. Kami mohon kerja samanya, baik pengguna roda dua maupun roda empat, untuk parkir di sana lalu jalan kaki singkat ke tempat pedagang,” jelas Adi Setiawan.
Para pedagang penjor setempat juga diwajibkan untuk membantu mengarahkan pembeli agar tertib dan tidak memarkir kendaraan secara sembarangan. Pengawasan di lapangan akan dikawal langsung oleh petugas gabungan Linmas dan pecalang.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan arus lalu lintas di Jalur Denpasar-Gilimanuk tetap terjaga meski aktivitas penjualan penjor mencapai puncaknya. Keteraturan parkir dan pengawasan ketat menjadi kunci mencegah kemacetan yang berpotensi mengganggu kelancaran perayaan Galungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
