Razia Malam di Surabaya: 21 Personel TNI-Polri Diamankan

Ratna D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Razia Malam di Surabaya: 21 Personel TNI-Polri Diamankan

Gambar atau konten salah?

Surabaya — Puluhan petugas dari berbagai instansi menggelar operasi gabungan pada malam hari, menyasar sembilan tempat hiburan malam di Surabaya. Hasilnya, belasan personel TNI dan Polri yang kedapatan masih berada di luar pada jam larangan malam berhasil diamankan.

Operasi yang diberi nama Penegakan Ketertiban dan Yustisi 2026 ini melibatkan 75 personel. Mereka berasal dari POM Kodaeral V, POM AU Lanud Muljono, Denpom V/4 Surabaya, Propam Polrestabes Surabaya, BNNP Jatim, dan Satpol PP Kota Surabaya. Razia dimulai pada Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar pukul 22.00 WIB dan berakhir pada Minggu, 21 Juni 2026, dini hari pukul 02.30 WIB.

Petugas menyisir sembilan lokasi secara berurutan. Tempat-tempat itu adalah BV Luxury Bar & KTF, Alexza Club & KTF, Suka-Suka, Shamrock Kitchen & Bar, Mantis Bar & Lounge, Galaxy Poll & Karaoke, Roots Cafe & Bar, Camden Bar, dan Shelter Surabaya. Kedatangan puluhan petugas sempat membuat pengunjung panik. Namun, petugas menegaskan bahwa sasaran utama operasi ini bukanlah warga sipil biasa, melainkan prajurit TNI dan anggota Polri yang melanggar aturan dinas.

Danpom Kodaeral V, Kolonel Laut (PM) Thomas Alexander, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan agenda rutin. "Kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk menekan angka pelanggaran prajurit," tegasnya pada Minggu, 21 Juni 2026. Pemeriksaan kartu identitas dilakukan secara ketat kepada setiap pengunjung untuk menyaring personel yang membandel. Penindakan ini diharapkan memberikan efek jera dan menegakkan ketertiban di internal militer.

Kadis Lidpam Kodaeral V, Letkol Laut (PM) Prasetyo Bekti, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jam kerja dan aturan dinas. Menurutnya, tindakan indisipliner oknum aparat bisa merusak citra institusi di mata publik. "Terutama oknum personel yang melakukan (berkunjung ke tempat hiburan malam) di saat jam kerja, terutama kegiatan yang bisa berakibat merusak citra TNI," ujarnya. Meskipun menyasar banyak lokasi, Letkol Prasetyo memastikan operasi berjalan tanpa kendala berarti. "Selama pelaksanaan Operasi Penegakan Ketertiban dan Yustisi 2026 berjalan aman, lancar, dan kondusif," katanya.

Dari total pengunjung yang diperiksa secara intensif, tercatat 21 orang resmi diamankan karena melakukan pelanggaran. Rinciannya: 5 orang prajurit TNI AD, 3 orang prajurit TNI AL, dan 6 orang anggota Polri. Selain itu, petugas juga mengamankan seorang anak di bawah umur dan 6 warga yang tidak bisa menunjukkan identitas. Setelah razia berakhir di titik Camden dan Shelter, seluruh oknum yang terjaring langsung digelandang ke kantor POM TNI AD, POM TNI AL, Polrestabes Surabaya, dan Satpol PP Kota Surabaya. Masing-masing akan diproses lebih lanjut sesuai kewenangan instansinya.

Operasi ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap anggota TNI dan Polri di tempat hiburan malam masih menjadi prioritas, terutama untuk menjaga disiplin dan citra institusi di tengah masyarakat.

operasi gabunganhiburan malamTNIPolrijam laranganpenegakan ketertibanSurabaya

Komentar

Memuat komentar...