294 Pebalap Siap Bertarung di BMX Supercross Banyuwangi

Rizki W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
294 Pebalap Siap Bertarung di BMX Supercross Banyuwangi

Gambar atau konten salah?

Banyuwangi kembali menjadi tuan rumah ajang balap BMX bertaraf internasional. Banyuwangi BMX Supercross, yang merupakan satu-satunya perlombaan BMX di Indonesia yang tercatat dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI) atau Federasi Balap Sepeda Dunia, akan berlangsung pada 27 hingga 28 Juni mendatang.

Sebanyak 294 pebalap dari berbagai negara siap bertanding. Mereka datang dari Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Semua akan beradu kecepatan di Sirkuit Muncar, Banyuwangi. Sirkuit ini terkenal karena memiliki lintasan sepanjang 465 meter, menjadikannya salah satu trek BMX terpanjang di dunia.

Lintasan di Sirkuit Muncar tidak sembarangan. Ada tantangan berupa empat height jump atau lompatan ketinggian. Selain itu, terdapat dua start gate atau gerbang start dengan ketinggian masing-masing 5 meter dan 8 meter. Ini bukan trek biasa.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa ajang ini adalah bagian dari rencana pemerintah daerah. Mereka ingin mengembangkan sport tourism atau wisata olahraga. Di saat yang sama, mereka juga ingin meningkatkan prestasi balap sepeda di Indonesia.

"Alhamdulillah BMX Supercross kembali kami gelar. Ini adalah komitmen kami selain mengembangkan sport tourism, juga mendorong peningkatan kompetensi atlet BMX di tanah air," kata Ipuk pada Minggu, 21 Juni 2026.

Dengan adanya event internasional ini, Ipuk menyebut para pebalap Indonesia akan diuntungkan. Mereka bisa mendapatkan poin internasional tanpa harus pergi jauh ke luar negeri. "Rider Indonesia tidak perlu jauh-jauh ke negara lain untuk mendapatkan poin internasional," tambahnya.

Ipuk berharap kejuaraan ini bisa menjadi tempat bagi para atlet untuk mengukur kemampuan. Sekaligus, ini bisa memperkenalkan Banyuwangi kepada peserta dan pengunjung dari berbagai daerah dan negara.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Dwi Handayani, memberikan informasi lebih detail. Sejumlah pebalap dijadwalkan mulai tiba di Banyuwangi pada 22 Juni. Mereka datang lebih awal untuk berlatih dan beradaptasi dengan lintasan.

"Mulai Senin, 22 Juni sebagian atlet dijadwalkan akan datang dan berlatih secara mandiri untuk beradaptasi dengan karakter lintasan," jelas Yani, sapaan akrabnya.

Secara teknis, ada tahapan yang harus dilalui sebelum pertandingan. Pada 25 Juni, sirkuit akan ditutup sementara. Penutupan ini untuk persiapan teknis dan pemasangan berbagai perlengkapan pendukung pertandingan.

Kemudian, pada 26 Juni akan digelar sesi latihan resmi. Sesi ini akan dipantau langsung oleh VCP atau Venue Commissaire Panel dari Australia. Mereka adalah perwakilan UCI.

"Semua tahapan persiapan kami lakukan sesuai standar UCI agar pelaksanaan kejuaraan berjalan lancar dan memenuhi ketentuan internasional," ujar Yani.

Rangkaian pertandingan akan berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 27 dan 28 Juni. Para pebalap akan bersaing dalam 25 kategori. Mereka memperebutkan poin.

Kategori yang dipertandingkan cukup beragam dan terbagi berdasarkan usia dan jenis kelamin. Untuk putra, ada Boys 5-6, Boys 7-8, Boys 9-10, Boys 11-12, Boys 13-14, dan Boys 15-16. Untuk putri, ada Girls 5-6, Girls 7-8, Girls 9-10, Girls 11-12, Girls 13-14, dan Girls 15-16.

Untuk kategori dewasa, ada Men 17-29, Men 30-35, Men 36-40, dan Men 41 Up. Ada juga kategori khusus seperti Men Under 23, Women Under 23, Men Junior, Women Junior, Men Elite, dan Women Elite.

Ini bukan sekadar balapan biasa. Dengan masuk dalam kalender UCI, setiap poin yang diraih pebalap di Banyuwangi diakui secara internasional. Bagi pebalap Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk mengumpulkan poin tanpa harus bepergian ke luar negeri.

BanyuwangiBMX SupercrossUCISirkuit Muncarsport tourismbalap sepedapoin internasional

Komentar

Memuat komentar...