Richard Lee Pingsan di Sel, Minta Pindah ke Rumah Sakit

Teguh A. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Richard Lee Pingsan di Sel, Minta Pindah ke Rumah Sakit

Gambar atau konten salah?

Kondisi kesehatan dokter Richard Lee dilaporkan memburuk selama masa penahanannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Tangerang. Dalam sidang lanjutan yang mengagendakan pembacaan putusan sela, tim kuasa hukumnya mengungkapkan bahwa Richard Lee sempat pingsan di dalam sel. Kejadian ini terjadi setelah ia menghentikan konsumsi obat keras tanpa pengawasan medis yang memadai.

Faizal Hafied, kuasa hukum Richard Lee, meminta Majelis Hakim untuk mengabulkan permohonan pengalihan penahanan. Menurutnya, kliennya saat ini mengalami kondisi medis yang membutuhkan penanganan dokter spesialis. Sayangnya, fasilitas tersebut tidak tersedia di dalam lapas.

"Kondisi terdakwa ini dari informasi dari terdakwa kepada kami, beliau dalam keadaan darurat medis yang nyata. Jadi tanggal 10 kemarin terdakwa pingsan di sel atas informasi beliau kepada kami karena melakukan tapering-off obat sendiri," kata Faizal Hafied di ruang sidang Pengadilan Negeri Tangerang pada Selasa, 14 Juli 2026.

Saat diberikan kesempatan berbicara di persidangan, Richard Lee mengaku telah mengonsumsi obat keras jenis Amitriptyline selama empat bulan terakhir. Sebagai seorang dokter, ia memahami betul bahwa menghentikan konsumsi obat tersebut secara mendadak bisa memicu gangguan kesehatan yang serius.

"Saya sudah sejak empat bulan yang lalu menggunakan Amitriptyline. Itu salah satu obat keras Yang Mulia. Yang saya tahu sebagai seorang dokter, kalau misalnya itu dilepaskan secara langsung, dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan Yang Mulia," ujar Richard Lee.

Richard Lee juga menegaskan bahwa dirinya tidak berniat menghambat proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengaku siap mengikuti seluruh agenda persidangan, asalkan ia diberi kesempatan untuk menjalani perawatan medis di luar rumah tahanan.

"Saya tidak ada sedikitpun niat untuk menghalangi sidang ini Yang Mulia. Saya ikut dan siap menjelaskan dan membuktikan apa adanya semuanya terang benderang. Yang Mulia mau sidang setiap hari saya siap datang setiap hari, tapi mohon kalau Yang Mulia berkenan mengabulkan pengalihan penahanan saya," ucap Richard Lee.

Menanggapi permohonan tersebut, Majelis Hakim menjelaskan bahwa surat keterangan yang sebelumnya diajukan hanya berisi izin berobat. Dokumen itu bukanlah rekomendasi rawat inap dari dokter Lapas. Padahal, dokumen tersebut menjadi salah satu syarat utama dalam mempertimbangkan pengalihan penahanan.

"SOP dari kami harus ada rujukan dari dokter Lapas. Rujukan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan itu perlu membutuhkan perawatan di rumah sakit, entah berapa harilah gitu. Kan bisa dirawat di situ. Jadi kalau bisa di-update surat keterangan dokternya itu ya, yang terbaru," jelas Hakim Ketua.

Hakim pun meminta tim kuasa hukum untuk segera melengkapi dan memperbarui surat keterangan medis dari dokter Lapas. Langkah ini diperlukan jika mereka ingin permohonan pengalihan penahanan diproses lebih lanjut.

Saat ini, Richard Lee menjalani proses hukum sebagai terdakwa dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan. Perkara ini bermula dari laporan terhadap produk skincare White Tomato dan DNA Salmon miliknya yang diajukan oleh Samira Farahnaz, yang dikenal sebagai Dokter Detektif atau Doktif.

Richard Lee diduga mengedarkan produk yang tidak memenuhi standar keamanan. Ia juga diduga mencantumkan informasi label yang tidak sesuai dengan kandungan produk yang sebenarnya. Atas dugaan tersebut, Richard Lee dijerat dengan pasal berlapis dan menjalani penahanan di Lapas Pemuda Tangerang selama proses persidangan berlangsung.

Kasus ini menyoroti pentingnya akses terhadap layanan kesehatan yang memadai bagi tahanan yang memiliki kondisi medis tertentu. Meskipun Richard Lee adalah seorang dokter yang memahami risiko penghentian obat secara tiba-tiba, ia tetap tidak bisa mendapatkan perawatan yang dibutuhkan tanpa rekomendasi resmi dari dokter lapas. Proses hukum yang berjalan menunjukkan bahwa persyaratan administratif, seperti surat rujukan rawat inap, menjadi faktor penentu dalam keputusan pengalihan penahanan.

kesehatan Richard Leepingsanpengalihan penahananAmitriptylineLapas Pemuda Tangerangsurat rujukan doktersidang putusan sela

Komentar

Memuat komentar...