Rupiah Lemah, Harga Suku Cadang Naik 20%, Pelanggan Turun
Gambar atau konten salah?
Rupiah yang melemah menekan harga suku cadang motor di Indonesia. Di jalanan Bekasi, Putra Prima Motor melaporkan kenaikan harga yang membuat pelanggan berkurang.
Menurut staf bengkel, kunjungan harian menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. “Iya ada (dampak penurunan pengunjung sejak harga sukucadang naik). Rata‑rata (harga oli) udah naik Rp 20 ribuan,” ujar kasir saat dikunjungi pada Selasa, 9 Juni 2024.
Tak hanya oli, ban motor juga naik tajam. Peningkatan mencapai 20 persen dibandingkan periode sebelumnya. “Bukan hanya 1–2 persen, peningkatannya mencapai 20 persen,” kata staf bengkel.
“Iya (selain oli) naik semua, hampir semua (suku cadang). Ban apalagi, pas bulan Mei tuh, ban bisa naik sampai 20 persen,” tuturnya.
Ketika ditanya apakah kenaikan akan terus berlanjut, staf bengkel belum bisa memastikan. Namun, grafik harga saat ini cenderung naik. “Bulan depan belum tahu ya (naik berapa lagi). Itu oli yang MPX matik aja sampai kemarin masih naik aja, Shell juga tuh (naik terus),” jawabnya.
Perubahan nilai tukar juga memengaruhi harga. Hingga saat ini, 1 US$ sudah tembus Rp 18 ribuan. Nilai tukar yang menurun menambah biaya bahan baku impor, sehingga suku cadang motor menjadi lebih mahal.
Dengan kenaikan harga yang terus berlanjut, pelanggan harus menyesuaikan anggaran. Bengkel umum di pinggir jalan sudah menyesuaikan banderol sejak bulan lalu, menandakan dampak nyata dari melemahnya rupiah pada sektor otomotif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk