Ruxi Bonet Beralih Dari Lapangan ke Televisi Piala Dunia 2026
Gambar atau konten salah?
Roger "Ruxi" Bonet kini beralih dari lapangan ke layar kaca. Setelah mengumumkan perpisahan dengan Madura United, pemain asal Spanyol ini menjadi salah satu pandit Piala Dunia 2026 di sebuah saluran televisi ternama di Meksiko.
Di musim lalu, Ruxi menjadi andalan Madura United. Ia menempati posisi di lini belakang dan tampil di semua 34 pertandingan klub tersebut. Keterlibatannya di lapangan membuatnya tidak tergantikan bagi tim.
Sebelum menembus Liga Indonesia, Ruxi pernah menimba pengalaman di Meksiko. Ia bermain satu musim bersama Mineros de Zacatecas, klub kasta kedua di negara tersebut. Pengalaman bermain di sana membuka pintu bagi kariernya di dunia media.
“Di Meksiko saya memiliki banyak teman baik. Sekarang saya diundang ke Piala Dunia untuk berbicara di televisi. Jadi saya pergi ke sana dan menjadi komentator Piala Dunia,” ujar Ruxi kepada detikJatim. Ia menegaskan bahwa peran yang kini ia jalani tidak terjadi secara kebetulan. Latar belakangnya sebagai pemain dan pengamat sepak bola memberi dasar kuat.
Selain menjadi pundit, Ruxi sedang menempuh kursus lisensi UEFA Pro dan mengembangkan platform analisis taktik sepak bola yang ia dirintis sendiri. Ia juga memiliki ambisi menjadi pelatih, yang menegaskan kelayakannya sebagai pandit Piala Dunia.
“Itulah alasan saya mencoba bermain di berbagai budaya yang berbeda. Bagi saya, beradaptasi cukup mudah. Saya orang yang santai dan tidak banyak masalah,” tambahnya. Sebagai orang Spanyol, Ruxi percaya negaranya memiliki peluang besar. Ia menilai La Furia Roja sebagai kesebelasan paling matang dari segala aspek.
“Sulit untuk memprediksi Piala Dunia. Ini bukan kompetisi yang berlangsung panjang. Namun, saya pikir Spanyol adalah salah satu tim yang paling siap. Dari segi taktik, mereka adalah tim yang sangat bagus. Para pemainnya telah bermain bersama dalam waktu yang lama,” jelas Ruxi. Ia menilai bahwa Spanyol memiliki tim berkualitas yang berkesinambungan dan mengusung permainan menyerang sebagai identitas.
“Kami memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana kami ingin bermain. Kami sudah melakukannya selama bertahun-tahun,” pungkasnya.
Ruxi kini memanfaatkan jaringan dan pengalaman internasionalnya untuk memberikan analisis yang tajam. Keberadaannya di dunia media tidak hanya menambah wawasan bagi penonton, tetapi juga menandai langkah penting bagi kariernya yang terus berkembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cuaca Panas AS: Van Dijk Siap Hadapi Piala Dunia 2026
Meksiko Awali Piala Dunia 2026 2-0 Afrika Selatan di Azteca
McTominay tetap ikut Timnas Skotlandia meski sakit perut
Polres Gresik Siapkan Keamanan Hari Pengesahan PSHT
Bupati Subandi dan Wali Tanam Ribuan Pohon di Taman Flyover
Hwang In‑beom: Scor dan Assist Pertama Piala Dunia 2026, Pemain Tahu Poin
Berita Terbaru
Fatty Liver Meningkat di Indonesia Terkait Obesitas
Cuaca Panas AS: Van Dijk Siap Hadapi Piala Dunia 2026
Meksiko Awali Piala Dunia 2026 2-0 Afrika Selatan di Azteca
McTominay tetap ikut Timnas Skotlandia meski sakit perut
PP Tunas: Komdigi Lindungi Anak dari Risiko Siber di Dunia
Kemdikbud Kaji Kasus Riset Palsu Rifaldy Fajar dan Rekan
Pasar Murah Palembang Bantu Atasi Inflasi, Perayaan HUT 1343
Polda Sumsel Nobar Piala Dunia 2026, Bansos bagi Ojek Online
Medan: Kartu AK1 Bisa Dapatkan Online lewat Siduta