Saham RANS Langsung Tembus ARA di Hari Pertama IPO
Gambar atau konten salah?
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses pencatatan saham perdana ini berlangsung di Main Hall BEI, Jakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah nama besar dari kalangan konglomerat Tanah Air.
Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam, terlihat hadir sejak pembukaan perdagangan. Ia mengenakan kemeja putih lengan panjang. Selain Haji Isam, kehadiran Garibaldi "Boy" Thohir juga mencuri perhatian. Boy Thohir datang dengan kemeja putih dan jas hitam. Tak ketinggalan, Axton Salim—putra dari konglomerat Anthony Salim—turut hadir dalam acara tersebut.
Beberapa saat kemudian, Anindya Novyan Bakrie dari Bakrie Group juga ikut meramaikan acara. Wakil Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), Sutanto Hartono, juga terlihat hadir. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan besarnya perhatian dunia usaha terhadap langkah RANS menjadi perusahaan publik.
Pada awal perdagangan, harga saham RANS langsung melesat. Saham RANS tercatat naik hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) sebesar 34,12 persen. Harga saham mencapai Rp 228 per lembar, sementara harga penawaran awal yang ditawarkan adalah Rp 120 per saham. Lonjakan ini menunjukkan antusiasme pasar terhadap saham perusahaan yang bergerak di industri kreatif tersebut.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, mengaku terharu dengan pencapaian perusahaannya. Dalam sambutannya di Main Hall BEI, ia menyampaikan perasaannya dengan suara bergetar. "Maaf ya, saya agak sedikit terharu. Hari ini adalah hari ketika Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas dapat berdiri sejajar dengan sektor-sektor ekonomi strategis lainnya," ujar Nagita.
Nagita menambahkan bahwa IPO ini menjadi bukti nyata bahwa karya memiliki nilai yang diakui secara profesional di panggung ekonomi nasional. Menurutnya, industri kreatif tidak lagi dipandang sebelah mata. "Ide karya ketulusan para kreator Indonesia ini memiliki nilai yang diakui secara profesional di panggung ekonomi nasional. Industri kreatif tidak lagi berdiri di pinggiran, kita sekarang berdiri sejajar di barisan terdepan bersama industri strategis lainnya untuk ikut menggerakkan bangsa ini," pungkasnya.
Pencatatan saham RANS ini menandai langkah penting bagi perusahaan hiburan di Indonesia. Kehadiran para konglomerat dalam acara tersebut mencerminkan keyakinan mereka terhadap potensi industri kreatif. Dengan harga saham yang langsung melesat pada hari pertama, pasar memberikan sinyal positif terhadap prospek perusahaan ini ke depannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait