Sampah Tumpuk di Pantai Kuta, Hotel Tribe Pasang CCTV
Gambar atau konten salah?
Di Pantai Kuta, Badung, tumpukan sampah menumpuk di depan Tribe Hotel pada Selasa (21 April 2026). Banyak orang tampaknya membuang sampah secara diam-diam, sehingga menimbulkan tumpukan besar di area tersebut.
Pengamatan di pantai menunjukkan sampah terdiri dari plastik, bekas makanan, serta sampah organik seperti kelapa dan kayu. Campuran ini menambah beban pembersihan bagi pihak desa.
Menurut I Komang Alit Ardana, kepala Bendesa Adat Kuta, sampah tersebut berasal dari orang luar Pantai Kuta yang membuangnya secara sembunyi‑sembunyi. Ia mengatakan, “Sampah itu teridentifikasi sampah dari luar. Banyak orang‑orang yang bawa sampah ke sana dan sampah itu parahnya lagi tidak dipilah,” saat dihubungi.
Alit mengaku Satgas Pantai Kuta kewalahan mengawasi sampah, sehingga ia akan bekerja sama dengan keamanan Hotel Tribe yang berada tepat di depan titik sampah. Ia juga menyebut sudah berkoordinasi dengan hotel untuk pemasangan CCTV yang mengarah ke area pembuangan. Ia berkata, “Kami sudah koordinasi dengan Tribe ya, Hotel Tribe yang di seberang, untuk minta tolong pemasangan CCTV yang mengarah ke sana,”
Selain itu, Alit mengaku kekurangan armada pengangkut sampah. Meski pengangkutan rutin, keterbatasan armada membuat tidak semua sampah bisa terangkut sekaligus. Ia menjelaskan, “Dan untuk pengangkutan, pembersihan besok, karena kita kendala armada ya. Tadi sudah melakukan pengangkutan, besok dilanjutkan. Besok baru kita bongkar lagi,”
Untuk menegakkan peraturan, Alit menegaskan sanksi bagi pelanggar. Ia menyebut, “Nanti dia itu kena sanksi sesuai pararem yang ditentukan, yaitu denda 10 kilogram beras premium. Dan kalau dia mengulang lagi sanksinya itu adalah 100 kilogram beras premium. Kalau diuangkan itu Rp 1,5 juta itu sanksi maksimalnya,”
Di sisi hukum, pihak desa masih akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk penegakan sanksi lebih lanjut.
Situasi ini menyoroti tantangan pengelolaan sampah di kawasan wisata. Keterbatasan armada dan pengawasan memerlukan kerja sama antara desa, hotel, dan lembaga penegak hukum. Kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya menjadi kunci untuk menjaga kebersihan pantai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pesta Kesenian Bali ke-48 Dibuka Tanpa Presiden Prabowo Pawai Meriah
Pemprov Bali Luncurkan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana
Puasa Muharram 2026: 1 Muharram 16 Juni, Kapan dan Cara
Revisi Permenaker No.7: Outsourcing Terbatas 4 Pekerjaan
US-Iran Capai Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka
Ramalan Zodiak Sabtu 13 Juni 2026: Panduan Asmara Hari Sabtu
Berita Terbaru
Toyota Calya dan Honda Brio Pimpin Penjualan LCGC Turun 23%
Harga Emas Antam Palembang Naik Tipis 2.000 Rupiah
Jawa Barat Tanggung Biaya Sekolah Swasta bagi 70 Ribu Calon Murid
Jennifer Coppen nikah Justin Hubner di Bali, tradisi Jawa
Afif Farhan Rangking Timnas Paling Banyak Gol WC
LPDP Wawancara: Kejujuran Lebih Penting daripada Jawaban
BGN Resmi: Hoaks Pembagian Keuntungan MBG Ditolak
