S&P Akui Independensi BI, Peringkat Utang Stabil
Gambar atau konten salah?
Lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings baru saja mengeluarkan laporan soal peringkat utang dan prospek ekonomi Indonesia. Dalam laporan itu, Bank Indonesia (BI) disebut masih memegang independensinya. Ini menarik karena sebelumnya dua lembaga pemeringkat lain, Moody's dan Fitch Ratings, justru menyoroti masalah independensi BI.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, bilang S&P masih percaya kalau BI bisa bertindak sendiri tanpa tekanan. Buktinya? BI masih bisa menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate kapan pun diperlukan. "Itu juga menjadi concern dua rating sebelumnya, tapi pada saat S&P masuk, dan mereka melihat bahwa independensi BI tidak ada masalah di sini. Karena ya sejauh ini, kalau dari alasan mereka ya, sejauh ini ternyata Bank Indonesia masih bisa tuh melakukan atau mengeluarkan kebijakan seperti menaikkan suku bunga," kata Destry dalam acara Investment Forum di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Rabu 15 Juli 2026.
Menurut Destry, independensi BI juga didukung oleh kebijakan fiskal pemerintah yang hati-hati dan berkelanjutan. Otoritas fiskal dan moneter jalan beriringan. Hasilnya, kebijakan yang diambil bisa positif buat ekonomi Indonesia. "Pemerintah memberikan keleluasaan bahwa fiskal sudah prudent didukung dengan moneter prudent. Jadi, saya rasa ini menjadi suatu hal yang sangat positif untuk ekonomi Indonesia. Karena sekarang yang dibutuhkan oleh ekonomi kita dengan pencapaian secara makro kita sudah melihat pencapaian yang positif di first quarter dengan pertumbuhan 5,6%," jelas Destry.
Destry juga menambahkan, sektor keuangan Indonesia saat ini masih stabil. Tapi dia mengingatkan, semua otoritas terkait harus terus bekerja keras. Tujuannya satu: meningkatkan kepercayaan investor. "Nah dengan adanya hasil rating yang dikeluarkan oleh S&P dengan mempertahankan BBB plus, kemudian outlook-nya juga stable, saya rasa ini akan memberikan tambahan trust dan confidence. Bukan hanya pelaku pasar, tapi juga kami di sisi regulator, kemudian juga dari DPR, juga menjadi makin confidence menjalankan roda ekonomi kita ke depan," pungkasnya.
Peringkat BBB plus dengan outlook stabil dari S&P ini bukan sekadar angka. Ini sinyal bahwa ekonomi Indonesia masih dipercaya di tengah sorotan soal independensi bank sentral. Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang mencapai 5,6% jadi salah satu bukti yang mendukung penilaian itu. Tapi tantangan tetap ada, terutama menjaga kepercayaan investor agar tetap tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
