Shuttle Open 2026: Lin Dan hingga Taufik Hidayat Satu Lapangan
Gambar atau konten salah?
Jakarta — Sebuah ajang spesial akan mempertemukan sederet legenda bulu tangkis di atas lapangan yang sama. Para penggemar olahraga tepok bulu di Indonesia punya alasan untuk bersiap-siap. Namanya Shuttle Open 2026.
Turnamen ekshibisi ini bakal berlangsung pada 1 Agustus 2026. Tempatnya di GBK Basket Hall, Senayan, Jakarta. Bukan main-main. Nama-nama yang akan turun sudah pasti membuat siapa pun yang pernah mengikuti bulu tangkis era emas merasa nostalgia.
Dari Indonesia, ada Ricky Soebagdja dan Candra Wijaya — ganda putra legendaris era 1990-an. Taufik Hidayat, sang peraih emas Olimpiade 2004, juga akan tampil. Belum lagi Hendra Setiawan dan Liliyana Natsir. Tontowi Ahmad juga masuk dalam daftar. Satu nama spesial datang dari luar negeri: Lin Dan, legenda asal Tiongkok yang kerap disebut sebagai Superman-nya bulu tangkis dunia.
Ricky Achmad Soebagdja, yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), menyebut ajang ini lebih dari sekadar pertandingan. "Shuttle Open bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga perayaan perjalanan panjang bulutangkis Indonesia," kata Ricky. Ia menambahkan, "Ini merupakan kesempatan langka bagi masyarakat untuk kembali merasakan semangat dan kebanggaan yang pernah kita raih bersama."
Acara ini mendapat dukungan dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). I Ketut Alam Wangsawijaya, Head of Merchant Business Division BCA, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pengalaman berkesan bagi masyarakat. "Kami bangga dapat menjadi bagian dari acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi," ujarnya. Menurut Alam, dukungan terhadap Shuttle Open adalah bagian dari komitmen BCA terhadap olahraga nasional, terutama bulu tangkis.
Di sisi penyelenggara, Ivan Lau — CEO Makuku & AceKid Indonesia — menyampaikan bahwa acara ini dirancang untuk terasa dekat dengan penggemar. "Kami ingin menghadirkan sebuah event yang penuh energi, hangat, dan dekat dengan para fans," jelas Ivan. Shuttle Open disebutnya sebagai ruang pertemuan antara kenangan, hiburan, dan semangat olahraga dalam satu malam spesial. Penonton, harapnya, bisa melihat sisi berbeda dari para legenda. Ia juga menekankan, "Kami percaya bahwa bulutangkis adalah bagian dari identitas bangsa. Melalui acara ini, kami ingin mengajak seluruh penggemar, termasuk keluarga dan anak-anak untuk merasakan kembali euforia bulutangkis."
Bagi yang ingin menyaksikan langsung, tersedia empat kategori tiket:
- Gold A (Tribune Barat) — Rp500.000
- Gold B (Tribune Timur) — Rp500.000
- Silver A (Tribune Barat) — Rp350.000
- Silver B (Tribune Timur) — Rp350.000
Tiket sudah bisa dipesan secara daring. Shuttle Open 2026 memang bukan turnamen resmi, tapi justru itu yang membuatnya menarik. Tanpa beban juara, tanpa tekanan ranking. Yang tersisa hanyalah pertemuan para legenda dengan penggemar — sebuah perayaan yang mungkin hanya terjadi sekali dalam beberapa tahun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Shuttle Open 2026: Lin Dan hingga Taufik Hidayat Satu Lapangan
Penumpang KAI Semester I 2026 Tembus 258 Juta
Cimahi Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Mahasiswi Telkom Hilang Sejak 30 Juni, Polisi dan Keluarga Beda Informasi
Reuni Akbar Gontor Putri, 5.830 Alumni Hadir
Prancis Kalahkan Paraguay 1-0 di Tengah 29 Tekel Tanpa Kartu
MotoGP Jerman 2026: Jorge Martin Puncaki Klasemen
Bupati Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran di Palabuhanratu