SPBU Nasional Naikkan Harga BBM Nonsubsidi ke Rp 17.000 per Liter
Gambar atau konten salah?
Semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia, baik milik pemerintah maupun swasta, secara bersamaan menaikkan harga produk bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini tidak hanya dilakukan oleh SPBU plat merah, melainkan juga oleh seluruh badan usaha swasta.
Perubahan harga ini berlaku hanya pada produk nonsubsidi. Misalnya, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM Pertamax (RON 92) menjadi Rp 16 250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp 17 000 per liter.
SPBU swasta juga mengikuti kebijakan yang sama. VIVO, misalnya, menaikkan harga BBM Revvo 95 menjadi Rp 17 140 per liter. Sementara itu, SPBU BP menyesuaikan harga produk BP 92 menjadi Rp 16 670 per liter dan BP Ultimate menjadi Rp 17 240 per liter.
Harga kenaikan ini tidak memengaruhi produk subsidi. Konsumen masih dapat membeli BBM subsidi dengan tarif yang tetap. Namun, bagi yang memilih BBM nonsubsidi, harga sudah mengalami perubahan.
Meskipun harga di Indonesia naik, angka tersebut masih berada di bawah rata‑rata dunia, khususnya untuk jenis BBM RON 95. Menurut data Global Petrol Prices hingga 08 Juni 2026, harga rata‑rata bensin dunia berada di level US$ 1,51 atau sekitar Rp 27 109 per liter (asumsi kurs Rp 17 961).
Data tersebut menunjukkan bahwa negara‑negara maju cenderung memiliki harga BBM yang jauh lebih tinggi daripada penghasil dan pengekspor minyak. Perbedaan harga ini disebabkan oleh kebijakan pajak dan subsidi yang berbeda, meski harga minyak bumi secara umum setara di pasar internasional.
Hong Kong menjadi negara dengan harga BBM RON 95 tertinggi, yakni US$ 4,114 atau sekitar Rp 73 891 per liter. Sedangkan Amerika Serikat (AS) relatif lebih kecil dibanding negara maju lainnya, dengan harga US$ 1,184 atau sekitar Rp 21 256 per liter.
Berikut daftar harga BBM RON 95 di negara maju:
- Amerika Serikat – US$ 1,184 atau Rp 21 256 per liter
- Australia – US$ 1,223 atau Rp 21 965 per liter
- China – US$ 1,324 atau Rp 23 779 per liter
- Inggris – US$ 2,113 atau Rp 37 949 per liter
- Jerman – US$ 2,178 atau Rp 39 125 per liter
- Italia – US$ 2,216 atau Rp 39 808 per liter
- Prancis – US$ 2,260 atau Rp 40 600 per liter
- Belanda – US$ 2,646 atau Rp 47 535 per liter
- Denmark – US$ 2,650 atau Rp 47 607 per liter
- Hong Kong – US$ 4,114 atau Rp 73 891 per liter
Perubahan harga di Indonesia mencerminkan upaya pemerintah dan swasta menyesuaikan diri dengan kondisi pasar global. Meskipun harga naik, konsumen masih menikmati tarif yang lebih rendah dibandingkan dengan banyak negara maju. Harga BBM nonsubsidi di Indonesia tetap kompetitif, menjadikan pasar lokal lebih terjangkau bagi pengguna.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Rencanakan Penataan Ulang MBG, 6.877 Titik Tambahan Tertimbun
Menteri UMUM: Harga Bahan Bangunan Naik, Proyek Tetap Normal
Kemen PU: Rp 219,81 Triliun 2027, Rp 98,47 Triliun Tersedia
PLN Tegaskan Listrik Jawa Beroperasi, Tidak Ada Blackout
Pertamax Naik Rp 16.250: Menteri Jelaskan Penyesuaian Pasar
Berita Terbaru
Persela Lamongan Kembali Menyambut Dendi Sulistiawan
Alkohol Dorong Rasa Gurih, Tambah Kalori, Bikin Berat Badan
Kebun Binatang Bandung Tunggu Izin Operasi, Faunaland Siap?
England 3-0 Kosta Rika: Gordon Menang, Keane Prediksi
Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Piala Dunia 2026
FIFA World Cup 2026 di Roblox: 48 Tim, 6 Game, Live Update
Pelatihan BNSP: Sertifikat Trainer Menjadi Standar Nasional
