Menteri UMUM: Harga Bahan Bangunan Naik, Proyek Tetap Normal
Gambar atau konten salah?
Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, berada di Kompleks Parlemen Senayan pada 11 Juni 2026 untuk membahas keluhan kontraktor.
Kontraktor mengeluh bahwa Rupiah melemah melawan Dolar AS, sehingga harga bahan bangunan—semen, aspal, besi, dan baja—naik secara signifikan.
"Iya lah (kontraktor protes), pasti lah. Ya semuanya, kan harga semua naik. Semen naik, aspal naik, besi naik, baja naik," kata Dody saat ditemui.
Ia mengaku telah mengirim surat kepada LKPP untuk meminta arahan lebih lanjut, sekaligus menegaskan bahwa ia memiliki diskresi untuk menaikkan HPS (Harga Perkiraan Sendiri).
"Saya sudah bersurat ke LKPP untuk minta arahan kayak gitu. Tapi kan saya juga punya diskresi untuk bisa menaikkan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) itu. Tapi tetap ada prosesnya, kan?" tutur Dody.
Ketika ditanya apakah pelemahan Rupiah akan mempengaruhi biaya proyek pemerintah yang sedang berjalan, ia menjawab bahwa belum ada kendala.
"So far sih nggak ada pengaruh, sih. Masih berjalan biasa saja," tutur Dody.
Meski tekanan nilai tukar masih terasa, proyek pemerintah tetap berjalan normal menurut Menteri Pekerjaan Umum.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
