Specs Snap: Kacamata AR Rp 22,4 Juta, Bisa Ganti Smartphone

Bayu K. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Specs Snap: Kacamata AR Rp 22,4 Juta, Bisa Ganti Smartphone

Gambar atau konten salah?

Smartphone tetap menjadi alat utama bagi banyak orang, namun beberapa pemimpin teknologi menilai bahwa peranti ini bisa saja digantikan oleh gadget yang lebih segar. CEO Snap, Evan Spiegel, menaruh taruhan pada kacamata augmented reality (AR) yang ia sebut Specs. Ia percaya konsumen sudah lelah menatap layar ponsel dan bersedia membayar lebih dari USD 2.000 untuk kacamata AR.

“Hampir 20 tahun sejak peluncuran iPhone, orang-orang kini siap memandang teknologi komputasi dengan cara berbeda,” ujar Spiegel. Ia memperkenalkan Specs sebagai perangkat AR pertama dari Snap yang ditujukan untuk masyarakat luas. Dibanderol USD 2.195, harga Specs lebih dari 15 kali lipat dibandingkan Spectacles, kacamata Snap seharga USD 130 yang hanya berfungsi sebagai kamera, diluncurkan pada tahun 2016.

Spiegel menegaskan bahwa Specs akan “menyajikan cara menikmati teknologi komputasi secara bersama-sama melalui pengalaman berbagi di dunia nyata, yakni dengan melihat lurus ke depan melalui lensa tembus pandang, alih-alih menatap layar pekat.” Perangkat ini diperkirakan akan dikirim pada akhir tahun ini ke United States, United Kingdom, dan France.

Keyakinan besar Spiegel berakar pada pandangan bahwa era baru akan muncul setelah masa jaya smartphone. Ia mencontohkan faktor-faktor seperti nyeri leher akibat terus menunduk menatap layar ponsel, serta perasaan sering melewatkan momen berharga sehari‑hari. “Makin banyak orang mulai mempertanyakan kembali hubungan mereka dengan layar,” tambahnya.

CEO Qualcomm, Cristiano Amon, juga menyatakan bahwa kacamata pintar akan menyaingi smartphone. Menurutnya, agen AI dan perubahan cara kita menggunakan aplikasi di masa depan dapat mengubah interaksi orang dengan smartphone, serta menciptakan peluang bagi jenis perangkat baru untuk meledak. “Ponsel akan berpusat di sekitar agen. Kelas perangkat yang baru juga akan berpusat pada agen. Dan agen inilah yang akan memahami niat manusia dan akan melakukan banyak hal untuk Anda, jadi ada pergeseran mengenai apa yang menjadi titik pusatnya,” jelas Amon, seraya menambahkan ponsel takkan menghilang sepenuhnya.

Amon optimis terhadap kacamata pintar yang berpotensi menyaingi smartphone. Ia memprediksi pengiriman kacamata pintar akan mencapai puluhan juta per tahun, dan beberapa tahun ke depan akan mencapai ratusan juta, setara dengan pasar ponsel. CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya sudah menyuarakan prediksi yang sama. Dalam visinya satu dekade ke depan, perangkat wearable ini secara alami akan menggantikan ponsel, menawarkan kebebasan lebih bagi pengguna dan mengurangi waktu menatap layar.

“Lupakan kebiasaan terus‑menerus menggenggam HP atau menunduk hingga leher pegal untuk scrolling, kacamata pintar menjanjikan pengalaman hands‑free dengan pandangan tetap lurus ke depan, mendefinisikan ulang cara berinteraksi dengan teknologi.” Zuckerberg menambahkan, “Miliaran orang mengenakan kacamata atau lensa kontak untuk mengoreksi penglihatan. Dan saya rasa kita sedang berada di momen yang mirip dengan saat ponsel pintar pertama kali muncul, di mana jelas (saat itu) hanya tinggal menunggu waktu sampai semua ponsel lipat beralih menjadi ponsel pintar.”

Ia juga menyatakan sulit membayangkan dunia beberapa tahun lagi di mana sebagian besar kacamata yang dikenakan orang bukanlah kacamata AI. “Sulit membayangkan dunia beberapa tahun lagi di mana sebagian besar kacamata yang dikenakan orang bukanlah kacamata AI,” imbuhnya.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa meski smartphone belum akan hilang, tren menuju perangkat yang lebih terintegrasi dengan lingkungan dan lebih nyaman bagi tubuh sedang berkembang. Perangkat AR seperti Specs dan kacamata pintar lainnya berpotensi mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi, menurunkan ketergantungan pada layar, dan membuka ruang bagi inovasi baru dalam wearable technology.

kacamata ARsmartphoneSnapQualcommMetaagen AIwearable technology

Komentar

Memuat komentar...