SPPG Jombang Hentikan MBG Sementara, Dana BGN Belum Cair

Guntur P. · 2 min baca · 1 hari lalu · 6 dibaca
Bisik.id
SPPG Jombang Hentikan MBG Sementara, Dana BGN Belum Cair

Gambar atau konten salah?

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambakrejo 7 di Jombang memutuskan untuk menghentikan sementara program makan bergizi gratis (MBG) bagi 9 sekolah dan 2 posyandu karena dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.

Penghentian ini tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekolah yang menerima manfaat. Banyak siswa lebih memilih membawa bekal dari rumah, sehingga tidak merasa kehilangan makanan.

Di SMPN 4 Jombang, sejak 8 Juni 2026 sebanyak 871 siswa tidak lagi menerima MBG. Penanggung jawab MBG sekaligus guru, Ita Rahayu, mengatakan belum tahu kapan penghentian ini akan berakhir.

"Dibandingkan MBG, anak-anak lebih suka masakan rumah, dalam arti lebih sehat masakan orang tua sendiri. Harapan kami perlu evaluasi MBG itu untuk siswa-siswa yang kurang mampu saja. Karena ini masalah selera, untuk anak-anak yang mampu kurang tertarik dengan menu MBG," terangnya kepada wartawan di lokasi pada 9 Juni 2026.

Kepala SPPG Tambakrejo 7, Ahmad Rifqi Rosadi, mengonfirmasi bahwa operasional dapur telah disetop dua hari terakhir. Akibatnya, 1.725 penerima manfaat di 9 sekolah dan 2 posyandu tidak mendapat MBG sementara.

"Karena dari pusat (Badan Gizi Nasional) belum ada pencairan dana operasional. Kami masih menunggu untuk pencairan agar kami bisa operasional kembali," ungkapnya.

SPPG Tambakrejo 7 membutuhkan Rp 25,8 juta per hari untuk melayani 1.725 penerima manfaat. Biaya tersebut terbagi menjadi Rp 15 juta bahan baku, honor 43 relawan sebesar Rp 4,8 juta, dan insentif Rp 6 juta. Pembayaran dari BGN telah teratur.

"Ketika saldo tidak cukup, kami berhenti beroperasi sehingga tidak ada tunggakan BGN ke SPPG," jelasnya.

BGN melakukan top-up otomatis ke rekening virtual SPPG setiap dua minggu sekali, tepatnya setiap Jumat, ketika saldo di akun virtual turun di bawah Rp 150 juta. SPPG melaporkan saldo harian kepada BGN.

"Yang penting ada uang operasional, nanti kami bisa beroperasi (berapa hari) tergantung jumlah dana yang di-top up BGN," ujarnya.

Akibat penghentian operasional, 43 relawan tidak dapat bekerja. Rifqi menegaskan bahwa mereka hanya dapat menunggu pencairan anggaran dari BGN.

"Ini masih proses pendataan SPPG mana saja yang belum pencairan, masih diproses," tandasnya.

Dengan dana BGN yang belum cair, program MBG di Jombang terhenti sementara. Siswa lebih memilih bekal rumah, sementara SPPG menunggu pencairan dana untuk melanjutkan layanan gizi gratis.

SPPG Tambakrejo 7MBGBadan Gizi Nasionalpencairan danarelawanposyanduSMPN 4 Jombang

Komentar

Memuat komentar...