Teleskop James Webb Akhirnya Pecahkan Misteri Planet Pink
Gambar atau konten salah?
Sejak pertama kali ditemukan pada 01 Januari 2013, sebuah objek antariksa berjuluk "Planet Pink" telah membuat para astronom kebingungan. Warna merah mudanya yang tak biasa bukan satu-satunya keanehan. Selama lebih dari satu dekade, objek ini menyimpan banyak misteri yang sulit dipecahkan. Kini, berkat kecanggihan Teleskop Luar Angkasa James Webb, teka-teki itu mulai terungkap.
Dalam laporan yang diterbitkan di The Astronomical Journal, tim astronom dari Universitas Northwestern mengungkapkan temuan mengejutkan. Ternyata, Planet Pink diselimuti oleh atmosfer yang mengandung awan terbuat dari garam. Secara resmi, objek ini bernama GJ504b. Namun, secara teknis ia bukan planet biasa. Ia adalah "pendamping bermassa planet" — bisa berupa eksoplanet raksasa atau katai cokelat kecil yang mengorbit bintang induknya.
Lokasi si raksasa merah muda ini sangat jauh, yakni 57 tahun cahaya dari Bumi. Hasil observasi sebelumnya menggunakan teleskop berbasis darat mencatat suhunya sekitar 290 derajat Celsius. Untuk ukuran objek sebesar itu, suhu tersebut tergolong sangat dingin. Suhu dingin inilah yang selama ini menyulitkan para astronom untuk meneliti Planet Pink dari permukaan Bumi.
"Ketika kami akhirnya mendapatkan spektrumnya, itu langsung terlihat menarik. Namun, begitu kami mulai menggali datanya lebih dalam, kami menyadari bahwa GJ504b tidak seperti apapun yang pernah kami analisis sebelumnya," kata Aneesh Baburaj, ketua tim astronom dari Universitas Northwestern, seperti dikutip dari Space.com pada 20 Juni 2026.
Kehadiran Teleskop Luar Angkasa James Webb menjadi titik balik. Para peneliti kini hanya membutuhkan waktu singkat, sekitar dua jam, untuk melakukan observasi mendalam. Tim astronom membedah rahasia pendamping planet ini dengan mengukur emisi radiasi elektromagnetiknya yang lemah. Mereka juga menyaring cahaya menyilaukan dari bintang induknya. Dari sinilah teka-teki suhunya mulai terkuak.
Ternyata, alasan di balik dinginnya Planet Pink adalah faktor usia. Layaknya raksasa gas dan katai cokelat pada umumnya, mereka lahir dengan suhu sangat panas, lalu perlahan mendingin seiring bertambahnya usia. Penelitian terbaru ini memperkirakan GJ504b kini sudah berusia antara 2,5 hingga 4 miliar tahun.
Setelah berhasil menangkap cahaya redup dari Planet Pink, para astronom menciptakan "sidik jari" cahaya. Hasilnya luar biasa. Mereka mengungkap berbagai elemen dan molekul yang menyusun atmosfernya, mulai dari uap air, metana, karbon dioksida, amonia, hingga molekul unik lainnya.
Penemuan ini menunjukkan bahwa meskipun Planet Pink terlihat aneh, ia memiliki karakteristik yang mirip dengan raksasa gas dan katai cokelat lainnya. Proses pendinginan seiring usia adalah fenomena umum. Namun, keberadaan awan garam di atmosfernya tetap menjadi keunikan tersendiri. Para astronom kini bisa lebih memahami bagaimana objek antariksa semacam itu berevolusi.
Secara keseluruhan, penelitian ini membuka jalan untuk mempelajari lebih banyak tentang planet-planet aneh di luar tata surya kita. Dengan teknologi seperti Teleskop James Webb, misteri yang bertahan selama bertahun-tahun bisa dipecahkan dalam waktu singkat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Senggolan Kecil, Mobil Kabur Dikejar Massa Hingga Rusak
Kuburan Paus Raksasa Ditemukan di Dasar Samudra, 5 Juta Tahun
Peselancar Selamatkan Wanita dari Serangan Hiu di Pantai Coogee
Belasan Kampung Bernama Sambong di Tasikmalaya, Warga Waspada Salah Alamat
Korban Penganiayaan di Cileunyi Malah Minta Maaf
Aktor Cuk Nugroho, Pemeran Saep di Preman Pensiun, Meninggal
Berita Terbaru
Teleskop James Webb Akhirnya Pecahkan Misteri Planet Pink
HUT ke-65 Jokowi di Solo, Warga Antre Salaman Sejak Subuh
Persib Kehilangan Barba, Adam Alis Minta Pengganti Berkualitas
Menkeu: Ekonomi Indonesia Kuartal I-2026 Tumbuh 5,61%, Ungguli Rata-Rata G20
Spider-Man Kembali Sendiri, Hulk Jadi Andalan di 'Brand New Day'
Sandal Bekas Dibakar Ganti Lilin, Rumah Kakek di Bojonegoro Ludes Terbakar
Mata Tua Kini Banyak Ditemukan pada Usia Lebih Muda