Senggolan Kecil, Mobil Kabur Dikejar Massa Hingga Rusak
Gambar atau konten salah?
Sebuah insiden lalu lintas yang melibatkan senggolan antara mobil dan sepeda motor memicu kekacauan di Jalan Martanegara, Kota Bandung, tepat di depan kompleks Sesko TNI. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Awalnya, banyak narasi yang beredar di media sosial menyebutkan kejadian ini sebagai kecelakaan beruntun. Namun setelah polisi melakukan penelusuran, diketahui bahwa semuanya bermula dari sebuah senggolan kecil.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana, menjelaskan kronologi awal dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Minggu, 21 Juni 2026. Menurutnya, seorang pengendara sepeda motor diduga menyenggol atau menggunting mobil yang dikemudikan oleh seseorang dengan inisial EA. "Diduga telah terjadi kecelakaan lalu lintas, TKP di Jalan Martanegara depan Sesko TNI, berawal sepeda motor menggunting atau menyenggol mobil terduga pelaku inisial EA," kata Fiekry.
Setelah senggolan itu, pengemudi mobil panik. Ia tidak punya uang dan langsung memutuskan untuk kabur. Bukan sekadar kabur, mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat kejadian. "Terduga pelaku, dikarenakan panik dan tidak mempunyai uang atau dana langsung memundurkan kendaraannya dan meninggalkan TKP," ujar Fiekry.
Rute pelarian mobil itu cukup panjang. Dari Jalan Martanegara, mobil melaju menuju Jalan Karawitan-Kliningan. Kemudian masuk ke Jalan Buahbatu, lalu mengarah ke Jalan Cijagra. Setelah itu, mobil masuk ke Komplek Perairan-Pertigaan Bikasoga. Tepat di depan sebuah masjid, mobil itu belok kiri dan masuk ke Taman Regol. Dari sana, mobil kembali melaju ke Jalan Cijagra dan lurus menuju Jalan Soekarno-Hatta arah Buahbatu. Titik terakhir mobil itu berhenti di dekat kampus ISBI, tepatnya di dekat sebuah tempat pencucian mobil. "Titik terakhir kampus ISBI dekat carwash, (mobil pelaku) dalam keadaan dikejar massa," tambah Fiekry.
Akibat dikejar massa, kondisi mobil pelaku mengalami kerusakan parah. Bumper depan, kaca depan, dan kaca belakang mobil itu rusak. Kerusakan itu bukan karena tabrakan dengan kendaraan lain, melainkan karena dirusak oleh massa yang mengejar.
Fiekry juga menyebutkan bahwa ada beberapa korban dalam insiden ini. Empat orang pengendara motor dilaporkan mengalami luka ringan. Mereka adalah ASA, AH, ES, dan satu pengendara lain yang belum diketahui identitasnya. "ASA, AH, ES, dan satu pengendara tanpa identitas mengalami luka-luka," tambahnya.
Pengemudi mobil yang menjadi terduga pelaku sudah diamankan oleh polisi. Saat ini, kasus kecelakaan lalu lintas ini masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung. Fiekry menambahkan, "Faktor penyebab diduga pengendara mobil kurang berperilaku tertib dan mengendarai kendaraan tidak dengan penuh konsentrasi."
Kejadian ini menunjukkan bagaimana kepanikan sesaat bisa berujung pada rangkaian peristiwa yang merugikan banyak orang. Senggolan kecil antara kendaraan, yang seharusnya bisa diselesaikan di tempat, malah berubah menjadi insiden besar yang melibatkan pengejaran massa dan kerusakan kendaraan. Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada faktor lain yang memicu kepanikan pengemudi tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
