Telkom Luncurkan AIcosystem Fokus Manfaat dan Kontrol

Sigit W. · 3 min baca · 2 jam lalu · 9 dibaca
Bisik.id
Telkom Luncurkan AIcosystem Fokus Manfaat dan Kontrol

Gambar atau konten salah?

Telkom menyatakan bahwa peluncuran AIcosystem bukan sekadar ikut‑ikutan tren, melainkan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga Indonesia tetap relevan di tengah transformasi teknologi global. Pada 04 Juni 2026, Direktur Utama Dian Siswarini mengungkapkan hal tersebut di The Telkom Hub Jakarta.

“Kalau bicara AI, ini sudah bukan lagi future games. Itu sebenarnya salah, karena AI already here now. Jadi bukan lagi sesuatu yang kita nantikan ke depan. AI sudah hadir sekarang, dan kalau kita tidak ikut, itu artinya kita sudah ketinggalan,” ujar Dian. Kata-kata ini menegaskan bahwa AI sudah menjadi bagian nyata dari kehidupan sehari‑hari.

Dian menekankan bahwa sikap yang dibutuhkan saat ini bukan ketakutan terhadap AI, melainkan kemampuan beradaptasi dan mengambil peran aktif dalam pengembangannya. Ia menegaskan bahwa manusia harus tetap berada di posisi pengendali dalam pemanfaatan teknologi tersebut.

“Kita mesti embrace. Sekali lagi nggak boleh takut karena kita yang harus jadi motornya, behind the wheel. AI itu hanya vehicle. Jangan sampai AI menjadi master dan kita menjadi slave. Di situ kita harus lebih berhati‑hati,” tambahnya. Pernyataan ini menyoroti pentingnya kontrol manusia atas penggunaan AI.

Peluncuran AIcosystem oleh Telkom dianggap sebagai bentuk konkret komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem AI nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dian menegaskan bahwa Telkom tidak hadir dalam ruang AI sekadar untuk menunjukkan kemampuan teknologi, melainkan untuk memastikan adanya manfaat nyata bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Jadi, kita masuk ke AI bukan cuma mau gaya, bukan cuma mau menunjukkan bahwa Telkom bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Yang utama adalah bagaimana memastikan AI yang dibentuk itu meninggalkan manfaat,” jelasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa tujuan utama adalah manfaat, bukan sekadar penampilan.

Dian juga menekankan peran Telkom sebagai operator infrastruktur digital terbesar di Indonesia memberikan tanggung jawab strategis dalam pengembangan ekosistem AI nasional. Sebagai perusahaan yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah di sektor telekomunikasi dan digital, Telkom disebut memiliki posisi penting dalam memastikan arah perkembangan teknologi di Indonesia.

“Telkom ini merupakan operator infrastruktur digital terbesar di Indonesia yang merupakan kepanjangan dari pemerintah. Jadi memang perannya sangat strategis dalam pengembangan teknologi di negeri ini, termasuk AI,” katanya. Pernyataan ini menegaskan hubungan erat antara Telkom dan kebijakan pemerintah.

Lebih lanjut, Dian menyampaikan perusahaan yang dipimpinnya ini sebagai enabler dalam ekosistem AI nasional, dengan tujuan utama menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Visi kami di Telkom adalah sebagai enabler pengembangan AI di Indonesia, yang ujung‑ujungnya memastikan kebermanfaatan itu dirasakan oleh semua stakeholder,” ucapnya. Kata-kata ini menegaskan komitmen Telkom untuk menjadi fasilitator, bukan sekadar penyedia.

Menurut Dian, manfaat AI harus dapat dirasakan tidak hanya oleh korporasi besar, tetapi juga oleh pemerintah, pelaku usaha, UMKM, hingga masyarakat umum. Oleh karena itu, pengembangan AI di Telkom diarahkan agar memberikan dampak ekonomi dan sosial yang inklusif.

“Role-nya di situ, memastikan manfaatnya ke semua stakeholder, pemerintah, swasta, UMKM, dan masyarakat semua bisa menikmati hasil dari pertumbuhan yang menggunakan AI ini,” tutup Dian. Pernyataan ini menegaskan bahwa Telkom berupaya memastikan distribusi manfaat AI merata di seluruh negeri.

Secara keseluruhan, Telkom menempatkan AI sebagai alat yang harus dikuasai dan dimanfaatkan untuk kebaikan bersama. Dengan menegaskan peran strategisnya, perusahaan berusaha memastikan bahwa teknologi AI tidak hanya menjadi tren, melainkan sumber daya yang membawa manfaat nyata bagi Indonesia.

TelkomAIcosystemAIekosistem AI nasionaloperator infrastruktur digitalmanfaat AIinklusif

Komentar

Memuat komentar...