The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin Sentuh US$ 76.400

Iwan D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin Sentuh US$ 76.400

Gambar atau konten salah?

Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, akhirnya menaikkan suku bunga acuan mereka. Ini adalah kenaikan pertama sejak Juli 2023. Langkah ini langsung berdampak pada harga Bitcoin dan nilai tukar dolar AS.

Pada Kamis, 17 September 2026, harga Bitcoin tercatat di angka US$ 76.400 atau sekitar Rp 1,35 miliar. Angka ini berdasarkan data dari CoinMarketCap sekitar pukul 12.06 WIB. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin naik 1,05% dan berada di kisaran US$ 76.442.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai US$ 1,53 triliun. Angka ini naik 0,8% dalam sehari. Namun, volume perdagangan Bitcoin justru turun. Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan tercatat US$ 30,34 miliar. Itu berarti turun 21,79%.

Jumlah Bitcoin yang beredar di pasar saat ini sekitar 20,08 juta BTC. Angka ini masih di bawah batas maksimum yang ditetapkan, yaitu 21 juta BTC.

Dolar AS Makin Kuat

Setelah The Fed menaikkan suku bunga, dolar Amerika Serikat semakin perkasa. Mata uang ini menguat terhadap banyak mata uang Asia. Akibatnya, mata uang negara-negara Asia seperti Ringgit Malaysia dan Rupiah Indonesia berada di bawah tekanan.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis, 17 September 2026 pukul 13.18 WIB, nilai tukar dolar AS terhadap Ringgit Malaysia berada di level MYR 4,0967 per dolar. Angka ini menunjukkan dolar menguat 0,50%.

Dolar AS juga menguat terhadap Rupiah Indonesia. Nilai tukar dolar berada di level Rp 17.753. Ini berarti dolar menguat 0,32%.

Tak hanya itu, dolar AS juga menguat terhadap Won Korea. Angkanya naik 0,49% menjadi KRW 1.383,1 per dolar. Dolar juga menguat terhadap Dong Vietnam sebesar 0,04% menjadi VND 25.596 per dolar.

Dolar Taiwan juga tidak luput dari tekanan. Nilai tukar dolar AS terhadap dolar Taiwan menguat 0,27% menjadi TWD 31,86 per dolar. Sementara itu, dolar AS menguat terhadap Peso Filipina sebesar 0,02% menjadi PHP 62,7450 per dolar.

Namun, tidak semua mata uang Asia melemah. Dolar AS justru melemah terhadap Yuan China. Angkanya turun 0,02% menjadi CNY 6,7074 per dolar. Dolar AS juga melemah terhadap dolar Singapura sebesar 0,18% menjadi SGD 1,275 per dolar.

Yen Jepang juga mengalami penguatan. Dolar AS melemah 0,44% terhadap Yen Jepang menjadi JPY 155,58 per dolar. Hal yang sama terjadi pada Bath Thailand. Dolar AS melemah 0,13% terhadap Bath Thailand menjadi THB 33,33 per dolar.

Keputusan The Fed

The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Keputusan ini diambil dalam pertemuan pada Rabu, 16 September. Semua anggota komite memberikan suara bulat, 12-0. Hasilnya, suku bunga acuan The Fed naik ke kisaran 3,75% hingga 4%.

Federal Open Market Committee atau FOMC menyatakan bahwa kebijakan ini akan membantu mengembalikan inflasi ke target 2% lebih cepat. "Kebijakan hari ini akan mendukung kembalinya inflasi ke target Komite sebesar 2% secara lebih cepat. Komite akan mewujudkan stabilitas harga," kata pernyataan FOMC.

The Fed juga memberi sinyal bahwa masih ada kemungkinan kenaikan suku bunga lagi hingga akhir tahun. Ini dilakukan untuk terus meredam inflasi yang masih tinggi.

Kenaikan suku bunga The Fed ini menjadi sinyal bagi pasar global. Bitcoin sempat naik tipis setelah pengumuman, sementara dolar AS menguat di sebagian besar pasar Asia. Namun, penguatan dolar tidak merata karena beberapa mata uang seperti Yen Jepang dan Yuan China justru berhasil menguat.

suku bunga The FedBitcoindolar ASmata uang Asiainflasi

Komentar

Memuat komentar...