Toyota Hati-Hati Listrik, Fokus Hybrid & Hidrogen
Gambar atau konten salah?
Di tengah lompatan global menuju kendaraan listrik, Toyota tampak lebih hati-hati dibandingkan pabrikan China dan Korea Selatan. Produk listriknya masih terbatas, dan alasan dibalik keputusan tersebut cukup jelas.
Akio Toyoda, Ketua Toyota, pernah berkata bahwa perusahaan menganggap mobil sebagai “mainan”. Menurutnya, segala hal—dari desain, suara, hingga sensasi berkendara—harus menyenangkan. Karena itu, ia menolak untuk dipaksa beralih sepenuhnya ke mobil listrik. “Saya ingin membuat mobil yang ingin saya miliki. Jika saya hanya harus membuat mobil netral karbon, itu tidak menarik,” ujarnya, dikutip dari Carscoops pada 17 Juni 2023.
Meski begitu, Toyota tidak berhenti berinovasi. Selain kendaraan listrik, pabrikan Jepang ini juga mengembangkan mobil berbahan bakar hidrogen, fuel cell, dan mesin pembakaran yang menggunakan hidrogen. Sementara itu, lini performa tetap dipertahankan. Generasi terbaru GR Yaris akan hadir dengan teknologi hybrid bertenaga besar, dan Toyota menyiapkan beberapa mobil sport baru—MR 2, Celica, dan GR GT bermesin V8 twin‑turbo.
Menurut Toyoda, masih banyak penggemar otomotif—termasuk di dalam Toyota—yang berharap masa depan mobil tidak hanya didominasi kendaraan listrik. Ia menyatakan, “Semua orang beralih ke kendaraan listrik, itulah ketakutan terbesar saya.”
Di balik prinsip tersebut, Toyoda juga menyoroti dampak sosial. Ia menegaskan bahwa menghilangkan mobil bensin akan langsung memengaruhi tenaga kerja dan pemasok. “Tiga‑empat tahun lalu, saya satu‑satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, menyukai suara, dan menyukai mesin. Saya ingin mempertahankan lapangan kerja bagi pemasok mesin. Tapi tampaknya saya adalah satu‑satunya. Saya merasa sangat sendirian,” ujarnya.
Di GIIAS 2025, Presiden Direktur PT Toyota‑Astra Motor (TAM) Hiroyuki Ueda dan Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto memamerkan Toyota New bZ4X pada 23 Juli 2025. Meskipun demikian, pernyataan Toyoda menunjukkan bahwa Toyota masih menimbang berbagai opsi, bukan hanya listrik.
Secara keseluruhan, Toyota tetap berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan—baik listrik, hidrogen, maupun hybrid—sementara menjaga warisan mobil performa. Perusahaan menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi hijau dan keberlanjutan lapangan kerja, menunggu masa depan otomotif yang lebih beragam.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polda Metro Jaya Dispensasi Perpanjangan SIM Mati 17/06
Kepadatan Lalu Lintas Meningkat: 170 Juta Kendaraan 2025
Lexus Luncurkan The All New ES BEV di Pameran GIIAS
Video Tunjukkan Harga Pertalite Lebih Tinggi dari Pertamax
Prabowo Pilih Pindad Maung sebagai Kendaraan Presiden
Naiknya Harga BBM Membuat Konsumen Pilih Mobil Bekas Efisien
Berita Terbaru
Infantino Saksikan Dua Pertandingan Harian Piala Dunia
Tiga Laki‑Laki dan Mahasiswa Tewas Akibat Keracunan CO Berkemah
Kebakaran Hutan di Kalimantan Terkendali, 12 Pemukim Evakuasi
Messi Mencetak Gol Pertama Argentina vs Aljazair di Stadion
Pendiri Startup Jakarta Hadapi Tantangan Bisnis 2026
Minyak Mentah Turun 5% Akibat Kesepakatan AS-Iran Pada Selasa
IHSG Naik 4,12% ke 6.254,97, Bank Besar Naik, Investor Asing Jual
Tim Piala Dunia 2026 Hadapi Perjalanan Panjang & Zona Waktu
