IHSG Naik 4,12% ke 6.254,97, Bank Besar Naik, Investor Asing Jual

Mira T. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Naik 4,12% ke 6.254,97, Bank Besar Naik, Investor Asing Jual

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Senin, 15 Juni 2024, dengan kenaikan 4,12 % menjadi 6 254,97. Penguatan indeks didukung oleh kenaikan saham bank-bank besar: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 5,91 %, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 7,14 %, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 4,91 %.

Di sisi lain, saham PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi saham dengan pelemahan terbesar pada perdagangan tersebut. Meski IHSG bergerak positif, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp 107,13 miliar di pasar reguler dan Rp 105,86 miliar di seluruh pasar.

Secara sektoral, sepuluh dari sebelas sektor ditutup di zona hijau. Sektor bahan baku menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 7,26 %, sementara sektor kesehatan terkoreksi 0,67 %. Di pasar global, pergerakan indeks saham Amerika Serikat cenderung beragam: Dow Jones menguat 0,64 % ke level 51 999, S&P 500 turun 0,57 % ke posisi 7 511, dan Nasdaq melemah 1,15 % menjadi 26 376. Pelaku pasar saat ini masih memantau arah rupiah dan pergerakan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing. ETF Indonesia EIDO turun 0,39 %, sedangkan MSCI Indonesia bergerak datar.

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berencana melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) tahap IV dengan menerbitkan 72,47 juta saham baru pada harga Rp 6 875 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana sebesar Rp 498,27 miliar. Seluruh saham baru tersebut akan diambil oleh PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management Ltd yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan. Dengan pelaksanaan PMTHMETD ini, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh PANI meningkat menjadi 18,19 miliar saham dengan modal disetor mencapai Rp 1,82 triliun. Perseroan menjadwalkan penyampaian hasil pelaksanaan PMTHMETD IV pada 25 Juni 2024 mendatang.

PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) akan menggelar Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I dengan menerbitkan 900 juta saham baru pada harga pelaksanaan Rp 500 per saham. Jika seluruh saham terserap, dana yang diperoleh dapat mencapai Rp 450 miliar. Mayoritas dana hasil aksi korporasi tersebut, yakni sekitar 98,96 % setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban perseroan kepada PT Sarana Steel berdasarkan perjanjian kredit yang telah berjalan. Kewajiban tersebut terdiri dari pokok pinjaman sebesar US$ 20,60 juta atau setara Rp 317,57 miliar serta akumulasi bunga sebesar Rp 127,77 miliar. Sekitar 1,04 % dana sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian bahan baku. Perseroan menetapkan rasio HMETD sebesar 2:1. Artinya, pemegang dua saham lama yang tercatat pada 27 Agustus 2024 berhak memperoleh satu HMETD. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi hingga 33,33 %. Apabila masih terdapat saham yang tidak diambil, PT Sarana Steel dan Ibnu Susanto akan bertindak sebagai pembeli siaga. Adapun periode perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2024 hingga 4 September 2024.

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) memutuskan membagikan dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp 16,50 per saham atau senilai Rp 795 miliar. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 15 Juni 2026. Nilai dividen tersebut setara dengan 99,34 % dari laba bersih perseroan sepanjang 2025. Di tengah pembagian dividen tersebut, DMAS mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,31 triliun, turun 35,59 % dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,03 triliun. Laba bersih perseroan juga mengalami penurunan 39,97 % menjadi Rp 800 miliar dari Rp 1,33 triliun pada 2024. Pada penutupan perdagangan 15 Juni 2024, saham DMAS berada di level Rp 156 per saham. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 24 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen kepada pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • ARCI - Buy 1120‑1130 | TP 1160‑1185 | SL 1060
  • KEEN - Buy 855‑865 | TP 880‑900 | SL 810
  • HRTA - Buy 2140‑2150 | TP 2190‑2230 | SL 2010
  • KIJA - Buy 120‑121 | TP 124‑126 | SL 114
  • STAA - Buy 960‑970 | TP 990‑1000 | SL 920

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Pergerakan pasar pada hari ini menunjukkan ketegangan antara kekuatan bank besar dan ketidakpastian di sektor energi serta pertambangan. Sementara itu, aksi korporasi di PANI, BAJA, dan DMAS menambah dinamika pasar, memberi peluang bagi investor yang memantau perubahan modal dan dividen. Investor asing tetap mengekang posisi, mencerminkan ketidakpastian nilai tukar dan imbal hasil SBN. Di luar negeri, indeks AS menunjukkan pergerakan yang tidak konsisten, menandai ketidakpastian ekonomi global yang masih memengaruhi pasar modal Indonesia.

IHSGBank Central AsiaPMTHMETDDividen DMASSektor Bahan BakuInvestor AsingSBNNasdaq

Komentar

Memuat komentar...