Truk Tabrak Truk di Muratara, Sopir Tewas Terjepit

Fajar H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Truk Tabrak Truk di Muratara, Sopir Tewas Terjepit

Gambar atau konten salah?

Seorang sopir truk bernama Dodi Saputra (24) tewas setelah truk yang dikemudikannya menabrak bagian belakang truk rekannya, Miltan (31). Peristiwa nahas ini terjadi di kawasan Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Polisi menduga kecelakaan dipicu oleh jarak pandang yang terganggu akibat debu tebal di jalan.

Kecelakaan terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasinya berada di Jalan Hauling Batu Bara, KM-110, Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara. Dua truk milik PT MJR yang mengangkut batu bara saat itu melaju beriringan dari arah Desa Ketapat Bening menuju Macang Sakti.

Kanit Reskrim Polsek Rawas Ilir Ipda Henry Martadinata menjelaskan kronologi kejadian. Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), truk diduga melaju dengan kecepatan tinggi. Ditambah lagi, jarak pandang sangat terbatas karena kondisi jalan yang dipenuhi debu.

"Akibatnya truk yang dikemudikan Dodi menabrak bagian belakang truk yang dikendarai rekannya Miltan sehingga korban terjepit di dalam kabin dan meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara rekannya Miltan tidak mengalami luka," kata Henry pada hari yang sama.

Setelah menerima laporan, Henry mengatakan pihaknya bersama Satlantas dan Satreskrim Polres Muratara langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti dan keterangan.

"Berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan diduga dipicu jarak pandang yang terbatas akibat debu tebal di jalan hauling saat kedua kendaraan melaju beriringan," ungkapnya.

Polisi segera mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Rupit. Jenazah rencananya akan diantar ke rumah duka untuk dimakamkan. Henry menyebut korban mengalami luka parah.

"Korban mengalami remuk pada kepala bagian atas, patah kaki pada bagian kaki kanan dan kiri akibat terjepit. Saat ini penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan," tuturnya.

Kecelakaan ini menyoroti risiko berkendara di jalur hauling batu bara. Debu tebal yang menutupi jalan seringkali menjadi masalah utama bagi pengemudi. Kondisi ini diperparah jika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan jarak antar kendaraan terlalu dekat. Polisi masih mendalami apakah ada faktor lain yang turut menyebabkan kecelakaan maut tersebut.

kecelakaan trukdebu tebaljarak pandangjalan haulingsopir tewasMusi Rawas Utaratabrak belakang

Komentar

Memuat komentar...