Trump Umumkan Pembukaan Selat Hormoz, Gencatan Senjata Iran

Mira T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Trump Umumkan Pembukaan Selat Hormoz, Gencatan Senjata Iran

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa Selat Hormoz akan dibuka pada Jumat, 19 Juni 2026. Pernyataan ini muncul setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, yang dianggap sebagai langkah bersejarah.

Kesepakatan tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi pada Minggu waktu setempat. Dengan perjanjian itu, konfrontasi bersenjata antara kedua negara diklaim segera berakhir.

Trump menekankan bahwa pembukaan Selat Hormoz akan mengembalikan arus pelayaran dan perdagangan minyak global yang sempat terganggu. Jalur strategis itu sebelumnya dilaporkan lumpuh sejak pecahnya konflik AS‑Israel dengan Iran pada 28 Februari.

Pengumuman tersebut bertepatan dengan ulang tahun Trump yang ke-80 pada Minggu kemarin. Di platform media sosial Truth Social, ia juga mengklaim penghentian blokade militer AS di kawasan tersebut.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Dengan ini saya memberikan izin penuh untuk pembukaan Selat Hormoz tanpa biaya, dan pada saat yang sama, memerintahkan penghentian segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal‑kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Mari kita alirkan kembali minyaknya,” tulis Trump dalam unggahannya.

Dalam pernyataan terpisah, Trump menilai kesepakatan ini akan membuka jalan bagi perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah. Ia menyindir para pendahulunya yang dinilai gagal meredakan ketegangan dengan Iran.

“Para pemimpin di kawasan ini, untuk pertama kalinya, menemukan sosok presiden yang bisa membantu mereka mewujudkan perdamaian nyata. Dengan dibukanya Selat Hormoz setelah penandatanganan kesepakatan hari Jumat besok untuk pembersihan ranjau, minyak akan kembali mengalir ke kedua ujung kawasan, bahkan ke seluruh dunia!” tulisnya.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump juga memperingatkan Iran bahwa AS bisa saja kembali melakukan operasi militer atau mengambil peran sebagai pelindung kawasan Timur Tengah dengan syarat tertentu terkait pendapatan regional. Namun, belum jelas apakah pernyataan itu disampaikan sebelum atau sesudah kesepakatan diumumkan.

Pengumuman ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika geopolitik di Teluk. Dengan pembukaan Selat Hormoz, aliran minyak global diperkirakan akan kembali normal, sementara ketegangan antara AS dan Iran tampak mereda. Namun, ketidakpastian tetap ada, terutama terkait kemungkinan operasi militer lanjutan dan peran AS di kawasan tersebut.

Selat HormozGencatan SenjataAS‑IranMinyak GlobalBlokade MiliterTrumpGeopolitik Timur Tengah

Komentar

Memuat komentar...