Mesin Parkir Pasar Galiran Rusak, Petugas Catat Kendaraan

Lina F. · 2 min baca · 18 jam lalu · 6 dibaca
Bisik.id
Mesin Parkir Pasar Galiran Rusak, Petugas Catat Kendaraan

Gambar atau konten salah?

Mesin parkir otomatis di Pasar Galiran, Klungkung, Bali, sudah tidak layak pakai. Kegagalan ini membuat petugas jaga kerepotan, sementara pendapatan retribusi parkir berpotensi bocor.

Pasar rakyat terbesar di Gumi Serombotan, Pasar Galiran, menggunakan mesin parkir otomatis yang kini sering mengalami eror. Perangkat utama yang bermasalah adalah dispenser tiket dan palang pintu otomatis. Palang pintu terkadang terbuka selama beberapa menit, memungkinkan pengunjung masuk tanpa menekan dispenser tiket.

Seorang petugas parkir, Putu Ardika, menjelaskan bahwa kerusakan mesin sudah berlangsung cukup lama. “Semuanya sering eror. Palang pintunya ini juga. Kadang tidak baca kendaraan yang datang,” ujarnya pada 15 Juni 2026.

Karena kondisi tersebut, petugas harus mencatat kendaraan masuk dan keluar secara manual. Pada hari-hari tertentu, seperti menjelang Hari Raya Galungan, kepadatan pasar membuat petugas kewalahan. “Ya, kalau ramai seperti ini bisa macet,” tambah Putu.

Menurut Komang Dharma Suyasa, kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Klungkung, ia menyesali kondisi mesin parkir yang sudah tidak layak pakai. Ia sudah menyiapkan rencana penggantian mesin. Namun kali ini, ia memilih metode penyewaan daripada pengadaan.

“Kami mohon maaf pada masyarakat. Karena alat ini memang sering rusak. Untuk itu kami sudah merencanakan penyewaan alat seperti yang dilakukan oleh rumah sakit,” jelas Suyasa. Ia menekankan bahwa penyewaan lebih efektif karena pemeliharaan dilakukan oleh vendor penyedia jasa sewa alat.

“Kenapa kami sewa, karena kalau sewa biaya pemeliharaannya mereka yang mengeluarkan. Lebih efektif, dan pemerintah tidak perlu bersusah payah melakukan pemeliharaan,” tambahnya. Ia juga mengakui rasa malu atas kondisi mesin yang sudah tidak layak.

“Alat ini memang sudah tidak layak. Kami mohon maaf, malu rasanya pada masyarakat,” kata Suyasa. Ia menjanjikan pergantian segera, mengingat banyak hal yang disayangkan dengan kerusakan alat tersebut.

“Semua kami sayangkan dengan kerusakan alat ini. Bocornya kami sayangkan, petugasnya juga disayangkan,” pungkasnya.

Kesimpulannya, mesin parkir otomatis di Pasar Galiran mengalami gangguan serius, memaksa petugas mencatat secara manual. Pemerintah berencana menyewa mesin baru untuk mengurangi beban pemeliharaan dan meningkatkan layanan bagi pengunjung pasar.

mesin parkir otomatispasar GaliranKlungkungdispenser tiketpalang pintupenyewaan mesinpemeliharaanpendapatan retribusi parkir

Komentar

Memuat komentar...