Ubud Gali Kabel Telekomunikasi, Usahakan Estetika Jalan
Gambar atau konten salah?
Di Puri Agung Ubud, di sisi barat Jalan Suweta, Gianyar, pekerjaan mulai digali. Tujuannya: memindahkan juntaian kabel utilitas telekomunikasi ke bawah tanah supaya kawasan Ubud tetap indah.
“Ya gali lubang untuk relokasi jaringan utilitas. Namanya boring (pengeboran/gali lubang),” kata Maung, salah satu pekerja saat ditemui pada 20 April 2026.
Di pinggir Jalan Suweta, ada lima titik yang digali. Pekerjaan ini tidak menggunakan bor biasa; semua dilakukan secara manual. Pekerja bersatu, menggali dengan tenaga dan alat sederhana.
Meskipun ada kerja di jalan, lalu lintas dua arah tetap lancar. Wisatawan tetap melintas, seolah pengerjaan tidak mengganggu.
“Saya tidak bisa memastikan kapan selesai karena di bawah lubang itu bisa ada apa saja (yang menghambat pekerjaan),” kata Maung.
Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra menegaskan Ubud adalah kawasan wisata unggulan. Oleh karena itu, penataan jalanan harus rapi dan estetis.
“Hal ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan tata ruang kawasan yang lebih rapi, aman, dan estetis di wilayah pariwisata unggulan,” kata Mahayastra.
Proyek ini dibiayai sepenuhnya oleh masing-masing penyedia layanan. Diharapkan dapat mengurangi tampilan visual kabel udara, meningkatkan keselamatan publik, dan memperkuat citra Ubud sebagai destinasi kelas dunia.
“Groundbreaking tersebut menandai komitmen bersama dalam menata infrastruktur utilitas yang selama ini didominasi kabel udara,” ujar Mahayastra.
Dodi Simanjutak, Ketua APJATEL Bali, menyatakan bahwa relokasi tidak hanya di Jalan Suweta. Jalan Sri Wedari dan Jalan Tirta Tawar juga akan menanam kabel di bawah tanah.
“Sebagai tahap awal, relokasi dijalankan sebagai pilot project di tiga ruas jalan di Kecamatan Ubud itu,” terang Dodi.
Di setiap titik juntaian kabel, satu tiang akan dipasang. Penataan tiangnya juga dilakukan untuk menambah keamanan dan estetika. Semua perencanaan melalui survei, validasi data, dan perencanaan teknis bersama APJATEL dan para provider.
“Penataan ini mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dan pengguna jaringan, sekaligus meminimalkan kecelakaan kerja serta menekan biaya perawatan tiang oleh provider,” jelas Dodi.
Dengan langkah ini, Ubud menegaskan komitmen menjaga keindahan dan keamanan. Pekerjaan ini menandai perubahan kecil namun penting dalam tata ruang pariwisata, menumbuhkan rasa aman bagi pengunjung dan penduduk.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
