UEA Kirim 30 Juta Barel Minyak ke RI Gratis

Sinta R. · 2 min baca · 1 jam lalu · 17 dibaca
Bisik.id
UEA Kirim 30 Juta Barel Minyak ke RI Gratis

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) berencana mengirimkan minyak mentah sebanyak 30 juta barel ke Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto.

Menurut Djoko, pengiriman tersebut tidak akan membebani Indonesia dengan biaya modal kerja (working capital). Bahkan biaya pengangkutan menggunakan kapal pun ditanggung sepenuhnya oleh pihak UEA. Namun, Djoko tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme pengiriman ini.

Kabar ini diungkapkan Djoko setelah ia mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pertemuan dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia dan Presiden Direktur Mubadala Energy. Acara tersebut berlangsung di sela-sela seremoni penyelesaian FEED (Front-End Engineering Design) proyek INPEX di Pacific Place, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

"Dan juga melaporkan bahwa Duta Besar Abu Dhabi menyampaikan bahwa pemerintah Republik Arab (UEA) segera akan mengirim minyaknya ke Indonesia sejumlah 30 juta barel tanpa biaya, tanpa working capital, termasuk untuk kapalnya," ujar Djoko dalam kesempatan tersebut.

Djoko menilai pengiriman minyak ini menjadi kabar positif di tengah kondisi geopolitik global yang sedang tidak stabil. "Ini suatu kabar yang luar biasa buat kita," jelasnya.

Dalam pertemuan yang sama, Presiden Direktur Mubadala Energy juga melaporkan perkembangan tahapan Front-End Engineering Design (FEED) untuk proyek gas di kawasan Andaman, Aceh. Proyek ini masih dalam tahap perencanaan awal dan menjadi salah satu agenda strategis yang dibahas.

"Tadi saya mendampingi pak Menteri, menerima Duta Besar Abu Dhabi bersama Presiden Direktur Mubadala yang beliau melaporkan salah satunya untuk FEED dari proyek gas di Andaman di Aceh," kata Djoko.

Pengiriman 30 juta barel minyak dari UEA ini menjadi salah satu langkah diplomatik yang memperkuat hubungan energi antara kedua negara. Di saat yang sama, Indonesia juga terus mengembangkan potensi gas alam di dalam negeri, seperti proyek Andaman yang masih dalam tahap desain awal.

minyak mentahUEA30 juta barelSKK Migaspengirimantanpa biaya

Komentar

Memuat komentar...