Umat Islam Sambut 1 Muharram dengan Minum Susu Putih

Hendra M. · 4 min baca · 19 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Umat Islam Sambut 1 Muharram dengan Minum Susu Putih

Gambar atau konten salah?

01 Januari 2027 menandai awal tahun baru Islam, atau 1 Muharram 1448 H. Di banyak daerah, umat Islam menyambut hari tersebut dengan tradisi minum susu putih. Tradisi ini dianggap simbol kesucian, kebersihan hati, dan harapan akan keberkahan di tahun yang akan datang.

Minum susu pada 1 Muharram bukanlah ibadah wajib. Namun, ia tetap dijaga sebagai bentuk doa dan harapan. Tradisi ini telah berlangsung selama bertahun‑tahun dan masih dipertahankan oleh banyak komunitas.

Asal usulnya dikaitkan dengan Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki, seorang ulama terkemuka dan keturunan Rasulullah SAW. Menurut catatan Baznas, beliau memulai tradisi ini dengan meminum susu putih pada malam 1 Muharram. Susu putih dianggap lambang kesucian, kebersihan, dan awal yang baru. Dengan meminum susu, diharapkan dimulainya lembaran kehidupan yang lebih baik, bersih dari kesalahan masa lalu, dan penuh keberkahan.

Tradisi ini juga menyebar ke wilayah Timur Tengah. Di Jeddah, Arab Saudi, masyarakat menyambut 1 Muharram dengan meminum susu di pagi hari, lalu menyantap Mukhliya, hidangan tradisional berbahan daun rami. Setelah sholat Dzuhur, mereka menikmati kopi dan almond bersama keluarga, lalu saling berkunjung untuk bersilaturahmi dan mengucapkan selamat tahun baru Hijriah.

Walaupun banyak yang percaya minum susu pada 1 Muharram dapat mendatangkan keberkahan, tidak ada dalil Al‑Qur’an maupun hadits yang secara langsung menyebutkan keutamaan tersebut. Tradisi ini lebih dipahami sebagai bentuk tafa'ul, atau mengharapkan datangnya kebaikan.

Menurut NU Online, tafa'ul ini dipahami sebagai harapan agar sepanjang tahun dianugerahi kebaikan, keberkahan, dan kesucian, sebagaimana putihnya warna susu. Tafa'ul ini diajarkan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi Al‑Maliki, seorang ulama sufi terkemuka dari Makkah. Beliau dikenal membagikan susu putih kepada santrinya setiap memasuki tahun baru Islam. Menurut beliau, meminum susu di awal tahun Hijriah merupakan simbol harapan agar sepanjang tahun dianugerahi kebaikan, keberkahan, dan kesucian.

Dalam Islam, sikap optimistis dan berharap kepada Allah SWT atas datangnya kebaikan dianjurkan. Rasulullah SAW dikenal menyukai tafa'ul yang baik dan membenci tiyarah. Seperti yang tercatat dalam hadits berikut:

“كَانَ رسول الله صلى الله عليه وسلم يُحِبُّ الْفَأْلَ الْحَسَنَ، وَيَكْرَهُ الطِّيَرَةَ”

Artinya: “Nabi SAW itu menyukai tafa'ul yang baik dan membenci tiyarah.”

Oleh karena itu, minum susu pada 1 Muharram tidak sepatutnya dipandang sebagai amalan yang pasti mendatangkan berkah. Namun, jika dilakukan sebagai simbol doa, harapan, dan optimisme, tradisi tersebut dapat menjadi sarana menumbuhkan semangat memperbaiki diri dan mengharapkan kebaikan dari Allah SWT.

Berikut beberapa keutamaan susu dalam Islam yang sering menjadi dasar bagi tradisi ini:

  1. Minuman yang Disukai Rasulullah SAW
  2. Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
  3. Minuman yang Dipilih Rasulullah SAW Saat Isra Miraj
  4. Melambangkan Kesucian, Fitrah, dan Hidayah

1. Minuman yang Disukai Rasulullah SAW – Rasulullah sering mengonsumsi susu kambing maupun susu unta. Susu kambing lebih sering beliau minum karena lebih mudah diperoleh. Hal ini tercatat dalam hadits:

“عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ أَحَبَّ الشَّرَابِ إِلىَ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّبَنُ”

Artinya: “Diceritakan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Sungguh minuman yang paling disenangi oleh Rasulullah SAW adalah susu.” (HR Abu Nuaim)

2. Memiliki Manfaat bagi Kesehatan – Susu kaya protein, kalsium, vitamin, dan mineral. Kandungan ini mendukung kesehatan tulang, gigi, serta pertumbuhan dan daya tahan tubuh. Karena itu, susu dianjurkan dikonsumsi secara seimbang.

3. Minuman yang Dipilih Rasulullah SAW Saat Isra Miraj – Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW diberikan pilihan minuman: susu, madu, dan khamar. Beliau memilih susu dan meminumnya. Pilihan ini dianggap sesuai dengan fitrah manusia dan menjadi alasan kuat mengapa susu memiliki makna simbolis dalam ajaran Islam.

4. Melambangkan Kesucian, Fitrah, dan Hidayah – Ulama menjelaskan bahwa pilihan susu pada Isra Miraj bukan sekadar minuman biasa. Susu dipandang sebagai simbol fitrah, kesucian, dan petunjuk lurus dari Allah SWT. Makna ini menjadi isyarat bahwa umat Islam akan tetap berada di jalan hidayah selama berpegang teguh pada ajaran Rasulullah SAW.

Keutamaan-keutamaan tersebut menjadi alasan sebagian ulama menganjurkan tradisi minum susu pada 1 Muharram. Tradisi ini bukan karena adanya dalil khusus yang mewajibkannya, melainkan sebagai bentuk tafa'ul atau harapan akan datangnya tahun baru yang dipenuhi kesucian, kebaikan, dan keberkahan.

Berikut doa yang dapat dibaca saat minum susu pada 1 Muharram 1448 H (01 Januari 2027). Doa ini diajarkan Rasulullah SAW ketika mengonsumsi susu, sehingga sering diamalkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan akan keberkahan.

Doa singkat:

“اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْه”

Latin: Allahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada (minuman) ini dan tambahkanlah kepada kami darinya.” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, dan Ibu Majah)

Doa lebih panjang:

“اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ، وَزِدْنَا مِنْهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ شَيْءٌ يُجْزِئُ مِنَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ غَيْرَ اللَّبَنِ”

Latin: Allahumma baarik lanaa fiihi, wa zidnaa minhu fa innahu laisa syai'un yujzi'u minath-tha'aami wasy-syarabi ghairal laban.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah kepada kami darinya. Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang dapat mencukupi sebagai makanan dan minuman selain susu.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Dengan membaca doa ini, umat Islam menegaskan harapan mereka akan diberi kebaikan dan keberkahan di tahun baru Hijriah. Doa ini juga menegaskan bahwa susu memiliki nilai simbolis yang tinggi dalam tradisi Islam.

Secara keseluruhan, tradisi minum susu putih pada 1 Muharram merupakan simbol harapan dan doa. Meskipun tidak memiliki keutamaan khusus yang ditetapkan syariat, tradisi ini mengandung nilai positif berupa optimisme, doa, dan harapan baik dalam menyambut tahun baru Hijriah. Kegiatan ini juga mengingatkan umat Islam akan pentingnya kesucian hati, fitrah, dan petunjuk Allah dalam kehidupan sehari‑hari.

1 Muharramminum susu putihtafa'ulkeberkahanRasulullahIsra Mirajtradisikesehatan susu

Komentar

Memuat komentar...