Unissula Tingkatkan Mahasiswa Baru, Sementara PTS Lain Turun
Gambar atau konten salah?
Jumlah mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta di daerah terus menurun, kata Komisi X DPR RI. Sementara itu, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) mengklaim sebaliknya. Wakil Rektor (Warek) III Unissula, Achmad Arifulloh, menegaskan bahwa tidak semua PTS mengalami penurunan jumlah maba.
Arif menyebut, “Tidak semua PTS mengalami penurunan jumah mahasiswa baru. Jumlah mahasiswa baru Unissula dalam 4 tahun terakhir mengalami peningkatan,” kata Arif melalui pesan singkat kepada detikJateng, Kamis (11 Juni 2026). Ia menambahkan bahwa maba di Unissula setiap tahunnya bertambah selama periode 2022-2025.
Data menunjukkan, pada 2022, jumlah maba di Unissula mencapai 5.357 orang. Pada 2025, angka tersebut melonjak menjadi 11.830 orang. Arif menegaskan bahwa tren kenaikan ini konsisten: 2023 mencapai 7.053, 2024 mencapai 11.429, dan 2025 mencapai 11.830.
Untuk menjaga tren positif, Unissula melakukan beberapa langkah. Salah satunya adalah mencapai akreditasi unggul. Arif menjelaskan, “Memenuhi standar akreditasi tertinggi di Indonesia yaitu akreditasi unggul,” jelasnya.
Selain itu, kampus membekali mahasiswa dengan adab. Arif mengungkapkan, “Membekali mahasiswa dengan ilmu sains dan ilmu agama. Mengajarkan mahasiswanya taat pada kedua orang tua (birrul walidain) dan serta memuliakan mahasiswa (takrimul aulad),” ungkapnya.
Unissula juga menjalin kolaborasi dengan industri, pemerintah, lembaga internasional, dan alumni. Arif menambahkan, “Menjalin kolaborasi dengan dunia industri, pemerintah, lembaga internasional dan alumni untuk memperpendek masa tunggu alumni mendapat pekerjaan di bawah 3 bulan,” lanjutnya.
Untuk menambah daya tarik, Arif menyoroti posisi kampus di kancah internasional. Ia menyebut, “Memperhatikan perankingan perguruan tinggi di level internasional. Rekrutmen mahasiswa internasional. Akreditasi internasional,” paparnya.
Arif juga mengusulkan peningkatan jumlah Dosen PNS Dipekerjakan (DPK). Ia berkata, “Kemudian satu lagi yakni meningkatkan jumlah Dosen DPK (Dosen PNS Dipekerjakan) untuk melaksanakan tugas tridarma di perguruan tinggi swasta. Tujuannya membantu SDM PTS yang masih kekurangan SDM dosen,” ujarnya.
Komisi X DPR RI menyorot pendaftar perguruan tinggi swasta daerah yang terus turun. Menurut rapat bersama 5 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LDDIKTI), pola masalah yang didapat adalah sistem penerimaan mahasiswa baru belum berpihak ke daerah.
Faktor berkurangnya maba PTS meliputi:
• Jalur mandiri perguruan tinggi negeri (PTN) menyerap hingga 50% kursi, sehingga banyak mahasiswa menunda memilih PTS.
• Proses seleksi PTN yang panjang menyebabkan PTS kesulitan dalam merancang strategi penerimaan maba.
• PTS kecil terbebani biaya operasional dan biaya akreditasi yang tinggi, tanpa dukungan sebagaimana yang didapat PTN melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).
• Banyak pemerintah daerah ingin membantu PTS, tetapi belum ada dasar hukum jelas.
Komisi X DPR mengusulkan beberapa perbaikan, antara lain:
• Memperluas kuota KIP Kuliah, khususnya bagi mahasiswa PTS
• Meningkatkan nilai bantuan KIP Kuliah supaya mahasiswa mampu mengakses prodi STEM dan kedokteran yang biayanya lebih tinggi
• Meminta pemerintah menetapkan batas waktu seleksi mandiri PTN secara tertulis, supaya tidak mengganggu penerimaan maba di PTS
• Mengakomodasi peran pemerintah daerah dalam membantu operasional perguruan tinggi melalui RUU Sisdiknas. (apl/ams)
Perubahan kebijakan dan upaya kampus seperti Unissula menunjukkan bahwa meski tren nasional menurun, beberapa perguruan tinggi swasta tetap mampu meningkatkan penerimaan mahasiswa baru melalui akreditasi, kolaborasi, dan penyesuaian strategi. Hal ini menandai pentingnya kebijakan yang fleksibel dan dukungan yang tepat bagi perguruan tinggi swasta di daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Paku Buwono XIV Setujui Pertemuan Mayor Solo Malam 1 Suro
Wali Kota Solo Tegas Netral, Koordinasi Keamanan Kirab 1 Suro
Video Debus Relawan SPPG di Brebes Viral, SPPG Klarifikasi
Jembatan Serayu Tutup 1,5 Bulan, Pengguna Jalan Ditarik
Mustofa Ismail, 67, Berjalan Kaki 34 km Pulang Pasca Haji
Mustofa Ismail Jalan Kaki 34 km Pulang Haji, Wujud Nazar
Berita Terbaru
Paku Buwono XIV Setujui Pertemuan Mayor Solo Malam 1 Suro
Pendaftaran PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Dibuka Online
Nasi Bakar Liwet Derajat Jadi Trend Ciledug Tangerang
Nasi Jaha Manado: Hidangan Khas dengan Aroma Smoky dan Pedas
Pindad Siapkan Mobil Nasional dengan TKDN Tinggi Indonesia
Yamaha Tawarkan MX King 150 Prima Pramac Terbatas Jakarta
Piala Dunia 2026!: Jadwal Lengkap, 48 Tim, 12 Grup
PU Tuntut Tambahan Rp121 Triliun 2027 agar proyek selesai
Baker Kembar Siap Bertarung di Semifinal AFF U-19 2026
Ojek Online: Potongan 20% Padahal Perpres Tetapkan 8% di Lapangan
