Unesa dan Kemenko Pemberdayaan: Kurikulum Lebih Relevan
Gambar atau konten salah?
Permasalahan pengangguran di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Pada Sabtu, 25 April 2026, Abdul Haris, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Desa Tertinggal, dan Desa Tertentu Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, mengisi sesi diskusi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan topik Transformasi Perguruan Tinggi dalam Menjawab Disrupsi Global dan Krisis Dunia.
"Selama ini, mohon maaf, jumlah pengangguran terdidik itu masih tinggi. Dari perguruan tinggi tiap tahun hampir menyumbangkan 1 juta pengangguran," kata Abdul Haris kepada wartawan di Kampus Unesa Lidah Wetan, Sabtu, 25 April 2026.
"Nanti menjadi persoalan, jangan sampai kampus hanya menjadi fabrikasi pengangguran," ujarnya.
Dalam ceramahnya, Abdul Haris menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menyesuaikan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi serta program berbasis keterampilan kerja. Selain itu, ia mengajak kampus untuk mengambil peran aktif dalam mengatasi kemiskinan melalui program pengabdian masyarakat, mengingat wilayah desa masih menjadi kantong kemiskinan yang membutuhkan perhatian lebih.
Abdul Haris menyebutkan bahwa Unesa telah memiliki berbagai program nyata untuk menjawab persoalan tersebut. Ia berharap lulusan yang dihasilkan benar-benar siap berkarya dan menghadapi dunia kerja. "Ini yang terus kita dorong, bahwa dari Kementerian Pemberdayaan Masyarakat ini menggandeng kampus-kampus untuk bisa sama-sama menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan ini," jelasnya.
"Mudah-mudahan Unesa ini sebagai salah satu pelopor yang ada di Jatim ini bisa terus berkontribusi untuk pengentasan kemiskinan dan juga pengangguran," pungkasnya.
Dengan menyoroti angka 1 juta pengangguran baru setiap tahun, Abdul Haris menegaskan perlunya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah. Ia berharap kampus-kampus, khususnya Unesa, dapat menjadi contoh dalam mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus berperan dalam pemberdayaan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
