Warna Keju Tak Menentukan Kualitas, Perhatikan Nutrisi

Tika M. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Warna Keju Tak Menentukan Kualitas, Perhatikan Nutrisi

Gambar atau konten salah?

Keju datang dalam warna‑warna yang beragam, mulai dari putih pucat, kuning muda, hingga oranye terang. Banyak orang percaya bahwa keju yang lebih kuning atau oranye menunjukkan kualitas yang lebih baik daripada keju putih. Namun, warna tidak selalu mencerminkan kualitas atau kandungan gizinya.

Penelitian menunjukkan bahwa warna keju dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kandungan beta‑karoten dalam susu, jenis pakan ternak, dan penggunaan pewarna alami selama proses produksi. Beta‑karoten adalah pigmen alami yang diperoleh sapi dari pakan hijauan seperti rumput. Ketika susu diproses menjadi keju, pigmen ini menjadi lebih terlihat, menghasilkan warna kuning khas pada keju.

Warna kuning pada keju sapi biasanya lebih intens ketika sapi mengonsumsi lebih banyak rumput. Sebuah studi di Journal of Dairy Science menemukan bahwa keju yang berasal dari sapi yang lebih banyak memakan rumput memiliki kandungan beta‑karoten yang lebih tinggi, sehingga warnanya lebih kuning. Sebaliknya, keju yang dibuat dari susu dengan beta‑karoten lebih rendah biasanya lebih pucat.

Selain faktor alami, pewarna pangan juga memengaruhi warna keju. Annatto, pewarna alami yang berasal dari biji tanaman Bixa orellana, sering dipakai untuk memberi warna kuning hingga oranye pada keju, terutama cheddar. Menurut tinjauan di Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, annatto telah lama digunakan untuk menghasilkan warna yang lebih konsisten pada berbagai jenis keju.

Karena warna dipengaruhi oleh banyak hal, warna tidak selalu menunjukkan bahwa keju tersebut lebih baik. Penelitian tentang persepsi konsumen terhadap cheddar menemukan bahwa sebagian besar responden tidak menganggap warna sebagai penentu kualitas keju. Mereka lebih memperhatikan rasa, tekstur, dan label gizi.

Ketika memilih keju, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan selain warna. Pertama, perhatikan nilai gizi yang tercantum pada kemasan. Kandungan protein, lemak jenuh, natrium (garam), dan kalsium adalah indikator utama kualitas nutrisi keju.

Protein berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh serta membantu rasa kenyang lebih lama. Keju dengan kandungan protein yang lebih tinggi biasanya menjadi pilihan yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein harian.

Lemak jenuh juga perlu diperhatikan. Pedoman gizi merekomendasikan pembatasan asupan lemak jenuh karena konsumsi berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL, atau kolesterol “jahat”, dalam darah. Membandingkan kandungan lemak jenuh antar produk dapat membantu konsumen membuat keputusan yang lebih sehat.

Natrium atau garam seringkali tinggi dalam beberapa jenis keju karena proses pengolahannya. Konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, terutama pada individu yang sensitif terhadap garam. Memeriksa label gizi membantu mengontrol asupan natrium.

Kalsium adalah mineral penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Keju biasanya merupakan sumber kalsium yang baik, sehingga kandungan kalsium yang tinggi dapat menjadi nilai tambah bagi konsumen yang peduli dengan kesehatan tulang.

Dengan memperhatikan semua komponen ini, konsumen dapat memilih keju yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga seimbang dalam kandungan nutrisi. Warna keju, meski menarik, tidak boleh menjadi satu-satunya faktor penentu. Memahami asal beta‑karoten, penggunaan pewarna alami, dan informasi gizi pada kemasan akan memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang produk yang akan dikonsumsi.

Kesimpulannya, warna keju hanyalah salah satu aspek yang dapat dipengaruhi oleh pakan ternak, musim, dan pewarna alami. Untuk menilai kualitas nutrisinya, lebih baik melihat kandungan protein, lemak jenuh, natrium, dan kalsium yang tercantum pada label gizi. Dengan cara ini, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih sehat dan tepat sesuai kebutuhan tubuhnya.

kejuwarna kejubeta‑karotenannattoproteinlemak jenuhnatriumkalsium

Komentar

Memuat komentar...