Usaha Kecil AS Paksa Kurangi Keuntungan, Bukan Naik Harga
Gambar atau konten salah?
Di Amerika Serikat, pemilik usaha kecil menghadapi situasi sulit. Biaya operasional terus naik, terutama harga bahan bakar yang melonjak akibat konflik di Timur Tengah. Menurut para pelaku, mereka tidak bisa begitu saja menaikkan harga jual. Konsumen sudah muak, dan kenaikan harga dapat membuat penjualan turun lebih tajam.
Seorang pemilik toko pakaian di Portland memilih strategi mengurangi keuntungan per produk daripada menaikkan harga. Ia khawatir pelanggan akan berhenti berbelanja. “Kami tidak bisa mengontrol kepercayaan konsumen. Kami hanya bisa mengontrol harga,” kata Mike Roach, pemilik Paloma Clothing, mengutip CNN pada 22 Maret 2026.
Harga bensin tinggi dan ketidakpastian ekonomi membuat konsumen lebih berhati-hati. Akibatnya, kunjungan ke toko menurun dan pengembalian barang meningkat, menandakan daya beli masyarakat mulai melemah.
Usaha seperti pabrik kecil atau distributor berada dalam posisi lebih sulit. Mereka terkena kenaikan biaya dari dua sisi: harga bahan baku naik saat produksi, dan biaya pengiriman naik saat distribusi. Seorang pemilik pabrik kecil melaporkan harga alat produksi berbahan tungsten melonjak lebih dari dua kali lipat dalam dua minggu, sementara pelanggan tidak mau menerima kenaikan harga produk.
Margin keuntungan yang semakin tipis memaksa beberapa bisnis mengurangi jam kerja karyawan atau menunda kenaikan gaji. Ada juga yang harus memangkas biaya operasional sekecil apa pun untuk bertahan. “Pelanggan saya tidak akan mentolerir kenaikan harga yang memungkinkan saya menutupi kenaikan biaya perkakas kami,” kata Modlin, pemilik 3D Design and Manufacturing. “Sekarang, dengan naiknya harga bensin, biaya yang saya keluarkan semakin besar, mengurangi keuntungan saya, dan membuat saya sangat, sangat sulit untuk bertahan,” tambahnya.
Usaha kecil di AS kini harus menyeimbangkan antara menjaga harga tetap terjangkau dan menekan biaya operasional, karena kenaikan biaya terus memengaruhi profitabilitas dan kelangsungan bisnis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
I Wayan Sutama: Dari Peternak Jadi Pengusaha Bengkel Mobil
Pemerintah Pertimbangkan Angkat KSPI Said Iqbal ke Kabinet
IHSG Turun 1,70%, Rupiah Jatuh Rp18.049, Tegaskan Kuat
PGN Layanan Mata Gratis: 300 Peserta Diperiksa Jakarta
Kementerian Energi Tinjau Penundaan Batu Bara China PT DSI
Prabowo Kunjungi Danantara untuk Fokus AI dan Robotik
Berita Terbaru
Jadwal Sholat Surabaya 5 Juni 2026: Mulai Imsak 04.05 WIB
Jonatan Christie Batalkan Alwi Farhan, Raih Papan Indonesia
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur 5 Juni 2026: Variasi Tinggi
McDonald's Indonesia Gelar Kampanye FIFA World Cup 2026
ORADO Resmi Jadi Anggota KONI, Domino Menjadi Olahraga Nasional
Suporter AS Kekecewa: Tempat Duduk Piala Dunia 2026 Terbagi
