Vancouver Siap Panen Dampak Piala Dunia 2026

Ratna D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Vancouver Siap Panen Dampak Piala Dunia 2026

Gambar atau konten salah?

Vancouver baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 dengan tujuh pertandingan. Tapi bagi Destination Vancouver, organisasi pariwisata resmi kota itu, pekerjaan besar justru baru dimulai. Euforia turnamen harus diubah menjadi kunjungan wisatawan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang bertahan lama.

Royce Chwin, Presiden dan CEO Destination Vancouver, bicara soal bagaimana kota-kota besar sering dikenang lewat momen bersejarah. "Expo 86 memperkenalkan Vancouver kepada dunia. Olimpiade Musim Dingin 2010 dan Piala Dunia Wanita 2015 memperkuat posisi kami di panggung global. Piala Dunia 2026 memperkenalkan Vancouver kepada generasi baru calon wisatawan di seluruh dunia," katanya.

Chwin menambahkan, pengalaman dari Olimpiade 2010 menunjukkan bahwa acara olahraga global bisa meningkatkan citra internasional sebuah kota, bahkan bertahun-tahun setelah acara selesai. Bukan cuma soal momen, tapi efek jangka panjang.

Konferensi Internasional Langsung Menggantikan

Beberapa hari setelah laga terakhir Piala Dunia, Vancouver langsung menyambut konferensi besar di Vancouver Convention Centre. Ini menandai kembalinya sektor pertemuan dan konvensi yang jadi tulang punggung ekonomi wisata kota sepanjang tahun.

Destination Vancouver mencatat volume pengajuan konferensi kota besar saat ini mencapai 125% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, tahun 2027 diperkirakan menjadi tahun tersibuk untuk konferensi internasional, melampaui rekor sebelumnya pada 2018.

"Kesuksesan terbesar justru terlihat setelah sorotan dunia berpindah. Vancouver kembali melakukan yang terbaik: menyambut delegasi dan menarik pertemuan internasional," ujar Chwin.

Musim Kapal Pesiar Pecah Rekor

Sektor lain juga menunjukkan angka impresif. Vancouver mencatat musim kapal pesiar terbesar sepanjang sejarah. Tahun ini dijadwalkan ada 358 kunjungan kapal pesiar dengan proyeksi lebih dari 1,4 juta penumpang.

Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu yang mencatat 300 kunjungan kapal dan 1,2 juta penumpang. Artinya, sektor ini tumbuh signifikan dalam satu tahun.

The Beautiful Dome Jadi Ikon

Salah satu gambar paling ikonik selama turnamen adalah transformasi kubah geodesik Science World menjadi bola raksasa Piala Dunia 2026. Instalasi itu dijuluki The Beautiful Dome.

Benda itu menjadi simbol kehadiran Vancouver sebagai kota tuan rumah. Media internasional menyorotnya. "Pariwisata adalah salah satu industri di mana reputasi menciptakan permintaan. Setiap tayangan televisi, unggahan media sosial, dan pengalaman pengunjung selama Piala Dunia berkontribusi terhadap citra Vancouver sebagai destinasi impian," kata Chwin.

Hotel Sempat Melandai, Tarif Tetap Naik

Tingkat okupansi hotel pusat kota Vancouver pada 27 Juni tercatat 75%. Angka ini lebih rendah dibandingkan 91% pada periode yang sama tahun lalu. Tapi tarif kamar rata-rata tetap melonjak selama pekan turnamen.

Pada paruh kedua Juni, harga kamar mencapai lebih dari USD 500 per malam. Itu sekitar 30% lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Untuk Juli dan Agustus, okupansi hotel diperkirakan kembali menembus 90%.

Destination Vancouver menilai perhatian internasional yang diperoleh selama Piala Dunia 2026 akan menjadi modal penting. Targetnya, meningkatkan nilai ekonomi wisata kota dari USD 9 miliar menjadi USD 11 miliar dalam beberapa tahun ke depan.

Vancouver bukan kota baru di panggung dunia. Expo 86, Olimpiade 2010, dan Piala Dunia Wanita 2015 sudah membangun reputasi. Tapi Piala Dunia 2026 memberi kesempatan untuk menjangkau audiens baru. Pertanyaannya sekarang: apakah efek ini akan bertahan seperti Olimpiade dulu? Data awal menunjukkan sektor konferensi dan kapal pesiar sudah bergerak positif. Tapi angka okupansi hotel yang lebih rendah dari tahun lalu mengingatkan bahwa euforia turnamen tidak otomatis berarti semua sektor terdorong naik secara merata.

Piala Dunia 2026pariwisataVancouverkonferensi internasionalkapal pesiarekonomi wisataefek jangka panjang

Komentar

Memuat komentar...