Video TNI di SDN Wolomoni Viral, Kemen Cek Rumor Penggusuran

Yanto K. · 2 min baca · 1 hari lalu · 8 dibaca
Bisik.id
Video TNI di SDN Wolomoni Viral, Kemen Cek Rumor Penggusuran

Gambar atau konten salah?

Video yang memperlihatkan anggota TNI bersama alat berat di area SDN Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi viral di media sosial. Menurut laporan sekolah, area tersebut dikabarkan digusur untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Menanggapi rumor tersebut, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan bahwa kementerian masih menkoordinasikan dan memeriksa data yang beredar. Ia menyatakan, "Oh. Sedang dikoordinasikan, tentu saja lahan di setiap desa dan kelurahan yang menjadi lahan untuk bangunan Koperasi Desa Merah Putih ini harus atas persetujuan masyarakat, koperasi, dan juga kepala desa," ujar Farida kepada wartawan di Hotel Harris Surabaya, Selasa, 09 Juni 2026.

Farida menambahkan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan milik masyarakat desa yang pengelolaannya dilakukan oleh warga setempat. Ia menegaskan, "Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan milik masyarakat desa yang pengelolaannya dilakukan oleh warga setempat. Karena itu, penentuan lokasi pembangunan harus berdasarkan kesepakatan bersama." Ia juga mengulang, "Pengelolaannya fungsionalnya adalah masyarakat desa, dan dan atas dasar kepemilikan itu, maka kemudian pemilihan lahan harus atas kesepakatan bersama," jelasnya.

Walaupun begitu, Farida belum dapat memastikan apakah SDN Wolomoni benar-benar digusur untuk pembangunan Kopdes Merah Putih. Ia menyatakan, "Itu kita lihat dulu. Kita lihat dulu fakta lapangan. Saya belum melihat secara detail, masih meminta untuk dicek secara langsung permasalahannya ini faktualnya seperti apa," pungkasnya.

Video tersebut menampilkan sejumlah anggota TNI di area SDN Wolomoni, di mana alat berat berupa ekskavator masuk ke lingkungan sekolah dan sejumlah warga berusaha menghadangnya. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution membantah adanya penggusuran paksa maupun perusakan fasilitas sekolah. Ia menegaskan, "Tidak terdapat intimidasi, kekerasan fisik maupun upaya penggusuran paksa oleh personel TNI terhadap masyarakat maupun fasilitas pendidikan di lokasi," tegas Amrizal.

Menurut Amrizal, peristiwa itu terjadi saat mobilisasi ekskavator menuju lokasi pembangunan KDKMP yang berada di lahan hibah masyarakat di belakang area sekolah. Ia menjelaskan, "Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan dan verifikasi terhadap berbagai pihak terkait, peristiwa tersebut berawal dari kendala teknis pada saat mobilisasi alat berat (excavator) menuju lokasi pembangunan KDKMP yang berada di atas lahan hibah masyarakat di belakang area SDN Neowula," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Kepala Desa dan pihak komite sekolah, tujuannya agar alat berat dapat melintas tanpa menimbulkan kerusakan pada bangunan utama sekolah. Ia menyatakan, "Sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Kepala Desa dan pihak komite sekolah, tujuannya agar alat berat dapat melintas tanpa menimbulkan kerusakan pada bangunan utama sekolah," lanjut Kapendam.

Amrizal menjelaskan penyesuaian teknis dilakukan dengan memotong sebagian tiang penyangga yang berada di jalur akses alat berat. Ia menegaskan proses tersebut telah dimediasi dan tiang yang sempat terdampak kini telah diperbaiki kembali. Ia menyatakan, "Sementara proses mediasi dan tiang yang sempat terdampak kini telah diperbaiki kembali."

Sehingga, seluruh aktivitas pekerjaan dihentikan sementara untuk memberi ruang bagi proses mediasi dan menjaga situasi tetap kondusif. Kementerian Koperasi masih menunggu hasil pengecekan langsung di lapangan sebelum mengambil keputusan akhir terkait pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di area SDN Wolomoni. Dengan demikian, masih diperlukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan apakah ada penggusuran atau tidak.

Video TNISDN WolomonipenggusuranKoperasi Desa Merah PutihFarida FarichahAmrizal Nasutionverifikasi lapangan

Komentar

Memuat komentar...