Video Viral Anjing Makan Daging di Restoran BBQ Hengyang
Gambar atau konten salah?
Seorang pelanggan di sebuah restoran BBQ di Hengyang, Provinsi Hunan, China, menonton video yang menampilkan seekor anjing peliharaan yang tampaknya melahap hampir seluruh daging di piring. Video tersebut memicu kecaman publik terhadap kebersihan makanan dan peralatan di tempat tersebut.
Video tersebut beredar di media sosial pada 14 Juni 2024. Dalam rekaman, anjing berwarna putih mendekati gerobak yang berisi berbagai bahan makanan dan alat BBQ. Anjing itu kemudian memakan hampir semua daging yang seharusnya disediakan untuk pelanggan. Para staf restoran tidak menyadari kehadiran anjing tersebut sampai daging sudah terbuang.
Video ini mendapat lebih dari 500.000 likes dan 100.000 komentar, menimbulkan kekhawatiran luas tentang kondisi kebersihan di restoran. Banyak netizen bertanya mengapa hewan peliharaan boleh masuk ke area makan. Beberapa bahkan menyerukan larangan hewan peliharaan di gedung komersial.
Menanggapi situasi, manajemen restoran Hunan Qian Duo Duo Ban Fei Shou Catering Chain Co., Ltd menghentikan operasional cabang di Hengyang selama satu hari. Selama periode itu, seluruh area dibersihkan secara menyeluruh dan staf menjalani pelatihan ulang tentang kebersihan pangan. Pihak manajemen juga mengganti semua peralatan makan yang terkontaminasi.
Sebagai bentuk tanggung jawab, restoran menghubungi pelanggan yang terdampak. Mereka menawarkan pemeriksaan medis di rumah sakit dan menanggung biaya yang diperlukan. Selain itu, restoran menghancurkan piring yang terkontaminasi dan meninjau ulang sistem penyimpanan makanan.
Pemilik anjing juga mengirimkan permintaan maaf kepada pengunjung. Ia menjelaskan bahwa anjingnya diikat di kaki meja, namun berhasil melarikan diri ketika pemiliknya pergi ke kamar mandi. Setelah mengetahui kejadian tersebut, pemilik anjing segera mengembalikan uang pelanggan dan menyerukan netizen berhenti mengkritik restoran.
Setelah insiden ini menjadi sorotan, restoran menerapkan kebijakan larangan membawa anjing, kecuali anjing pemandu bersertifikat. Kebijakan ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.
Insiden ini menegaskan pentingnya keamanan pangan di restoran. Kontaminasi silang dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi pelanggan dan merusak reputasi bisnis. Dengan melakukan sanitasi, pelatihan ulang, dan kebijakan baru, restoran berusaha memperbaiki kepercayaan publik. Situasi ini juga mengingatkan pemilik restoran untuk lebih ketat dalam mengontrol hewan peliharaan di area makan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
