Wali Kota Solo Tinggalkan Mobil Dinas di Pembangunan Gereja

Eko P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Wali Kota Solo Tinggalkan Mobil Dinas di Pembangunan Gereja

Gambar atau konten salah?

Wali Kota Solo, Respati Ardi memutuskan untuk meninggalkan mobil dinasnya di lokasi pembangunan Gereja Mojo di Pasar Kliwon. Pada 19 Juni 2026, mobil Kijang Innova berwarna putih terparkir di pinggir jalan di samping area konstruksi gereja.

Respati tidak mengungkap alasan secara rinci, namun ia berseloroh bahwa langkah ini diambil demi penghematan. Ia menekankan bahwa kenaikan harga BBM menjadi faktor utama keputusan tersebut.

“Intinya, karena BBM mundak (naik), bahan bakar naik, kita hemat, tidak menggunakan mobil dinas. Mobil dinas saya titipkan di Gereja Mojo,” ujar Respati setelah menempatkan batu pertama di gereja.

Ketika ditanya sampai kapan mobil berpelat merah itu akan “ngetem” di sana, Respati menjawab dengan candaan. Ia tidak memberikan alasan pasti, melainkan bersikap ringan.

“Sampai BBM-nya rodo medun sitik (agak turun sedikit),” kata ia sambil tertawa, menandakan bahwa ia berharap harga BBM akan sedikit menurun sebelum mobilnya dipindahkan.

Respati menegaskan bahwa pembangunan Gereja Mojo bukan sekadar tempat ibadah, melainkan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Ia menambahkan, “Ini menjadi momentum penting. Gereja adalah fasilitas umum yang bisa digunakan para pemeluk agamanya dan masyarakat sekitar untuk berkegiatan. Mari kita kawal bersama.”

Menanggapi isu penolakan pembangunan gereja, Respati menegaskan bahwa Pemerintah Kota Solo tetap menghormati kebebasan berpendapat namun mengedepankan musyawarah. Ia berkata, “Silakan, kebebasan berpendapat. Tetapi, musyawarah mufakat dan mengedepankan kepentingan umum jauh lebih penting dari atas segalanya.”

Respati juga mengingatkan bahwa proyek ini sudah dimulai oleh Wali Kota sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka. Ia menyatakan, “Ya, perjuangan panjang. Saya melanjutkan ini dari era Wali Kota sebelumnya, Mas Gibran. Ini kita selesaikan perlahan, kita memahamkan masyarakat agar lebih peduli terhadap sesamanya.”

Menurut pemerintah kota, dengan tuntasnya persyaratan dan komunikasi yang baik, gereja ini akan menjadi simbol kerukunan dan kebersamaan antar pemeluk agama di Kota Bengawan. Ia menambahkan, “Ini menjadi salah satu yang kita selesaikan perlahan, kita selesaikan, kita membuat memahamkan masyarakat agar lebih peduli terhadap sesamanya.”

Camat Pasar Kliwon, Ari Wibowo, menyatakan bahwa mobil dinas tersebut terparkir sejak 19 Juni 2026 pagi. Ia memastikan mobil tersebut akan diawasi dan dipantau.

“Tadi pagi, pagi-pagi mruput, pagi-pagi mruput dah dipasang (mobil dinas Respati). Tapi sampai kapannya beliau belum memastikan, pokoknya tak tinggal sini gitu tok. Iya, intinya diawasi, pemantauan,” pungkasnya.

Catatan sebelumnya menunjukkan bahwa kebiasaan meninggalkan mobil dinas di lokasi tertentu juga dilakukan oleh Wali Kota sebelumnya, Gibran Rakabuming. Ia pernah meninggalkan mobil dinasnya di sekitar proyek Viaduk Gilingan, tempat terdapat pelanggaran tentang parkir.

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi, Gibran juga beberapa kali meninggalkan mobil dinasnya di lokasi-lokasi yang melakukan pelanggaran.

Keputusan mayor untuk menaruh mobil dinas di lokasi gereja mencerminkan pendekatan praktisnya terhadap penghematan biaya operasional sekaligus menunjukkan keterlibatan aktif dalam proyek pembangunan fasilitas publik. Dengan demikian, langkah ini menyoroti hubungan antara kebijakan kepengurusan kota dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Respati Ardimobil dinasGereja MojoBBMpenghematanmusyawarahkebebasan berpendapat

Komentar

Memuat komentar...