Wasit Somalia Dilarang Masuk AS, Tak Bisa Piala Dunia 2026

Hari W. · 3 min baca · 14 jam lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Wasit Somalia Dilarang Masuk AS, Tak Bisa Piala Dunia 2026

Gambar atau konten salah?

Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, telah dipastikan tidak dapat bertugas di Piala Dunia 2026 setelah permohonan masuknya ke Amerika Serikat ditolak.

Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) mengumumkan bahwa Artan ditolak masuk karena adanya vetting concerns, atau masalah dalam proses pemeriksaan keamanan.

Juru bicara FIFA mengonfirmasi bahwa Artan tidak dapat mengikuti pelatihan maupun memimpin pertandingan pada turnamen tersebut. "Omar Abdulkadir Artan tidak dapat mengikuti pelatihan dan bertugas sebagai wasit pada Piala Dunia FIFA 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat," kata juru bicara FIFA.

FIFA menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk pemberian visa. "FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk keputusan pemberian visa, dan telah diberi tahu oleh otoritas bahwa status Artan tidak akan berubah saat ini," ujarnya.

CBP menjelaskan bahwa Artan tiba di Bandara Internasional Miami pada Sabtu, 7 Juni 2026, dengan penerbangan dari Istanbul. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, petugas memutuskan untuk menolak masuk wasit tersebut. "Dia dinyatakan tidak dapat diterima karena adanya kekhawatiran dalam proses pemeriksaan dan ditolak masuk," tulis CBP dalam keterangannya.

Hingga kini belum diketahui alasan spesifik penolakan tersebut. Namun, Somalia termasuk dalam daftar negara yang terdampak kebijakan pembatasan perjalanan Presiden Donald Trump atas dasar keamanan nasional.

Meski kebijakan itu memberikan pengecualian bagi atlet dan staf piala dunia, petugas imigrasi tetap memiliki kewenangan untuk memutuskan apakah seseorang dapat masuk ke Amerika Serikat atau tidak.

Keputusan tersebut menuai kritik dari Somalia. Penasihat Senior Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia sekaligus mantan kapten tim nasional, Ciise Aden Abshir, menyayangkan penolakan terhadap Artan. "Dia termasuk salah satu wasit paling dihormati di Afrika dan layak mendapat dukungan dari seluruh komunitas sepak bola," kata Abshir. "Menurutnya, keputusan itu merusak komitmen sepakbola terhadap keadilan, meritokrasi, dan semangat fair play."

Artan bukan sosok baru di dunia sepak bola internasional. Ia telah memimpin berbagai pertandingan bergengsi, termasuk Piala Afrika. Tahun lalu, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) juga menobatkannya sebagai Wasit Pria Terbaik Tahun Ini.

Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada. Turnamen yang diikuti 48 negara akan berlangsung di tengah kebijakan pengetatan masuk ke AS yang memicu kekhawatiran sejumlah pihak.

Laporan televisi Pemerintah Iran menyebut beberapa pejabat sepak bola Iran hingga kini masih belum mengantongi visa AS. Timnas Iran juga menghadapi pembatasan terkait waktu kedatangan dan masa tinggal mereka di Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.

Di sisi lain, petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) akan ikut terlibat dalam pengamanan Piala Dunia 2026. Kepala urusan perbatasan Gedung Putih, Tom Homan, menegaskan fokus utama mereka adalah menjaga keamanan selama ajang berlangsung. "Dalam proses itu, jika kami menemukan persoalan keamanan nasional yang melibatkan imigran ilegal, tentu kami akan mengambil tindakan," ungkap Homan. "Namun fokus utama kami adalah menjaga keamanan acara, menjaga keamanan negara ini, serta memastikan para penonton dan atlet tetap aman," lengkapnya.

Peristiwa ini menyoroti ketegangan antara kebijakan imigrasi nasional dan kebutuhan logistik turnamen internasional. Sementara FIFA menegaskan peranannya terbatas pada penyelenggaraan kompetisi, otoritas imigrasi tetap memegang kendali atas akses masuk ke wilayahnya. Artan, yang telah lama diakui di kancah sepak bola Afrika, kini terjebak di persimpangan kebijakan keamanan dan semangat fair play.

Omar Abdulkadir ArtanPiala Dunia FIFA 2026CBPVisa ASKeamanan Nasional

Komentar

Memuat komentar...