Lina F. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id

Gambar atau konten salah?

Bulannya Muharram dikenal sebagai bulan yang penuh keutamaan dalam Islam. Menurut ajaran, umat dianjurkan memperbanyak amalan saleh, salah satunya adalah puasa sunnah pada 1‑10 Muharram.

Puasa di bulan ini memiliki posisi khusus. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai puasa sunnah yang paling utama setelah puasa wajib di bulan Ramadhan. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairah RA, berbunyi:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim No. 1163)

Di periode 1‑10 Muharram, terdapat tiga jenis puasa sunnah yang dapat dikerjakan: puasa tanggal 1, 9 (Tasu'a), dan 10 Muharram (Asyura). Masing‑masing memiliki bacaan niat yang berbeda.

  • Bacaan Niat Puasa 1 Muharram نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى Arab Latin: Nawaitu shauma‑sy‑syahri‑l‑muharrami sunnata‑lillaahi ta'aala. Artinya: “Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala.”
  • Bacaan Niat Puasa 9 Muharram (Tasu'a) نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa‑i sunnatan lillaahi ta'aalaa. Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala.”
  • Bacaan Niat Puasa 10 Muharram (Asyura) نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa. Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala.”

Selain puasa khusus di bulan Muharram, ada pula puasa sunnah lain yang dapat dilakukan, yaitu puasa bulanan dan pekanan. Contohnya puasa Ayyamul Bidh dan puasa Senin‑Kamis.

  • Niat Puasa Senin نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillāhi Ta'ālā. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala.”
  • Niat Puasa Kamis نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitu shauma yaumil khamisi sunnatan lillāhi Ta'ālā. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala.”

Keutamaan Puasa 1‑10 Muharram

  1. Menjadi puasa yang paling utama. Hadits Imam Muslim mengingatkan bahwa puasa di bulan Muharram termasuk dalam keutamaan berpuasa pada bulan‑bulan mulia. Seperti hadits berikut:

عَنِ الْبَاهِلِيِّ أَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتُكَ عَامَ الْأَوَّلِ. قَالَ: فَمَا لِي أَرَى جِسْمَكَ نَاحِلًا؟ قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا بِالنَّهَارِ، مَا أَكَلْتُهُ إِلَّا بِاللَّيْلِ. قَالَ: مَنْ أَمَرَك أَنْ تُعَذِّبَ نَفْسَكَ؟ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أَقْوَى. قَالَ: صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ بَعْدَهُ وَصُمِ الْأَشْهُرَ الْحُرُمَ. (رَوَاهُ دَاوُدَ وَابْنِ مَاجَهْ وَغَيْرِهِمَا)

Artinya: “Aku mendatangi Rasulullah SAW, lalu berkata: Wahai Rasulullah, Aku adalah lelaki yang pernah mendatangimu pada tahun pertama. Rasulullah SAW bersabda: Dulu aku tidak melihat tubuhmu lemah. Al‑Bahili menjawab: Wahai Rasulullah, Aku tidak mengonsumsi makanan di siang hari, aku tidak memakannya kecuali di waktu malam. Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang menyuruhmu menyiksa dirimu? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, sungguh Aku mampu berpuasa (terus‑menerus). Rasulullah SAW bersabda: Puasalah bulan Sabar (Ramadhan) dan tiga hari setelahnya, dan puasalah pada bulan‑bulan mulia.”

  1. Pahalanya setara dengan puasa 30 hari atau satu bulan penuh. Hadits berikut menyatakan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ كَاَن لَهُ كَفَارَةً سَنَتَيْنِ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْنًا. (رواه الطبراني في الصغير وهو غريب وإسناده لا بأس به)

Artinya: “Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa.”

  1. Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat. Hadits berikut menjelaskan:

عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)

Artinya: “Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat.”

  1. Menjadi pembeda dengan tradisi puasa kaum Yahudi. Hadits berikut menegaskan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)

Artinya: “Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya.”

Menurut Ibnu Hajar, tingkatan puasa Asyura ada tiga: satu, puasa hari Asyura saja; dua, puasa Asyura disertai puasa Tasu'a; tiga, puasa Asyura disertai puasa Tasu'a dan puasa 11 Muharram.

Jadwal Puasa di Bulan Muharram 2026

Berikut jadwal lengkap puasa sunnah di bulan Muharram 2026. Jadwal ini dapat dijadikan panduan bagi yang ingin melaksanakan puasa.

  • Puasa Awal Muharram – Selasa, 16 Juni 2026 (1 Muharram 1448 H)
  • Puasa Tasu'a – Rabu, 24 Juni 2026 (9 Muharram 1448 H)
  • Puasa Asyura – Kamis, 25 Juni 2026 (10 Muharram 1448 H)
  • Puasa Ayyamul Bidh – Minggu, 28 Juni 2026 (13 Muharram 1448 H)
  • Puasa Senin – Senin, 29 Juni 2026 (14 Muharram 1448 H)
  • Puasa Senin – Selasa, 30 Juni 2026 (15 Muharram 1448 H)
  • Puasa Senin – 22 Juni 2026 (7 Muharram 1448 H)
  • Puasa Senin – 29 Juni 2026 (14 Muharram 1448 H)
  • Puasa Senin – 6 Juli 2026 (21 Muharram 1448 H)
  • Puasa Senin – 13 Juli 2026 (28 Muharram 1448 H)
  • Puasa Kamis – 18 Juni 2026 (3 Muharram 1448 H)
  • Puasa Kamis – 25 Juni 2026 (10 Muharram 1448 H)
  • Puasa Kamis – 2 Juli 2026 (17 Muharram 1448 H)
  • Puasa Kamis – 9 Juli 2026 (24 Muharram 1448 H)

Itulah bacaan puasa niat 1‑10 Muharram lengkap keutamaannya hingga jadwalnya. Semoga bermanfaat bagi semua.

Referensi

  • Buku Kelender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid
  • Buku Meraih Surga dengan Puasa yang disusun oleh H Herdiansyah Achmad Lc
  • Buku Panduan Puasa oleh Fakhrizal Idris
  • Laman Majelis Ulama Indonesia “Puasa Senin‑Kamis, Simak Tuntunan Lengkapnya”
  • Laman Nahdlatul Ulama “Beberapa Keutamaan Puasa Muharram” (alk/alk)

Puasa di bulan Muharram menegaskan kembali nilai spiritualitas bagi umat. Dengan niat yang tepat dan pemahaman atas keutamaan yang dijanjikan, pelaksanaan puasa ini menjadi sarana memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

MuharramPuasa SunnahAsyuraTasu'aHaditsKeutamaanJadwal Puasa

Komentar

Memuat komentar...