1 Suro 16 Juni 2026: Tahun Baru Islam, Puasa 1 Muharram

Hari W. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
1 Suro 16 Juni 2026: Tahun Baru Islam, Puasa 1 Muharram

Gambar atau konten salah?

1 Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa yang menandai pergantian tahun. Pada hari ini, umat Jawa merayakan tahunan baru dengan berbagai tradisi. Karena 1 Suro jatuh pada 16 Juni 2026, ia juga bersamaan dengan Tahun Baru Islam yang ditandai oleh 1 Muharram.

Hari ini menjadi momen penting bagi banyak muslim. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memulai tahun baru Hijriah dengan amal ibadah, khususnya puasa 1 Muharram. Puasa ini dianggap sebagai salah satu ibadah sunnah yang paling utama setelah bulan Ramadhan.

Untuk memulai puasa, umat harus menyusun niat terlebih dahulu. Niat ini merupakan bagian penting dari pelaksanaan puasa, baik yang bersifat wajib maupun sunnah. Berikut bacaan niat puasa 1 Muharram yang lengkap, lengkap dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya.

نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala."

Setelah niat, langkah selanjutnya adalah makan sahur. Sahur dianjurkan karena membawa berkah dan mempersiapkan tubuh untuk menahan lapar dan dahaga sepanjang hari. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menegaskan:

"Sahurlah kalian, maka sesungguhnya dalam sahur itu ada berkahnya." (HR Bukhari, Muslim)

Selama berpuasa, umat tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga perilaku dan ucapan. Menahan diri dari perkataan kasar, menggunjing, atau melakukan dosa lainnya menjadi bagian penting dari ibadah. Hal ini menegaskan bahwa puasa adalah ibadah yang menuntut kesabaran dan kesadaran diri.

Setelah menahan diri, saat maghrib tiba, umat diingatkan untuk segera membatalkan puasanya. Rasulullah SAW bersabda:

"Allah SWT telah berfirman, 'Hamba-hamba-Ku yang lebih aku cintai ialah mereka yang paling segera berbukanya." (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)

Keutamaan puasa 1 Muharram juga dijelaskan dalam hadits berikut:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ.

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah bulan Allah Muharam, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR Muslim)

Selain itu, Al‑Hafizh Ibnu Hajar RA mencatat hadits yang menekankan nilai pengampunan dosa melalui puasa 1 Muharram:

"Barang siapa berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijjah dan juga hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya sebagai penghapus atas dosa selama lima puluh tahun, dan puasa sehari di bulan Muharram sebagai penghapus atas dosa selama tiga puluh hari."

Hadits ini menunjukkan bahwa puasa 1 Muharram memiliki nilai spiritual yang tinggi. Ia menjadi sarana bagi umat untuk memulai tahun baru Hijriah dengan kebaikan dan meningkatkan hubungan dengan Allah.

Berikut ini langkah-langkah praktis yang dapat diikuti saat berpuasa 1 Muharram:

  1. Membaca Niat – Niat dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Jika lupa, masih diperbolehkan pada siang hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
  2. Makan Sahur – Sahur dianjurkan karena membawa berkah. Hadis menegaskan pentingnya sahur.
  3. Menjaga dan Menahan Diri – Hindari perilaku yang dapat mengurangi pahala, seperti bicara kasar atau menggunjing.
  4. Menyegerakan Berbuka – Segera berbuka setelah maghrib, sesuai anjuran Rasulullah.

Berikut hadits yang mendukung setiap langkah:

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ ﵂ قَالَتْ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ: يَا عَائِشَةُ، هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ؟ قَالَتْ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا عِنْدَنَا شَيْءٌ، قَالَ: فَإِنِّي صَائِمٌ

Artinya: "Dari Aisyah Ummul Mukminin RA, ia berkata: Pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda kepadaku: Wahai Aisyah, apakah kalian memiliki sesuatu (untuk dimakan)? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, kami tidak memiliki apa pun. Maka beliau bersabda: Kalau begitu, aku berpuasa. Lalu, Aisyah melanjutkan penyebutan hadis tersebut." (HR Muslim)

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, umat dapat menjalankan puasa 1 Muharram dengan penuh kesadaran dan ketenangan. Puasa ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga meneguhkan hubungan spiritual dengan Allah.

Keutamaan puasa 1 Muharram menjadikannya salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Ia menjadi cara yang tepat untuk memulai tahun baru Hijriah dengan kebaikan, sekaligus memperkuat kesadaran diri dalam menahan diri dan menjaga perilaku. Melalui puasa ini, umat dapat merasakan kedekatan spiritual yang lebih dalam, sekaligus memperoleh pengampunan atas dosa-dosa masa lalu.

1 Suro1 MuharrampuasasahurniatTahun Baru Islamhadits

Komentar

Memuat komentar...