Balinsa Akhir Kontrak Arema FC, Juara Piala Presiden 2024
Gambar atau konten salah?
Samuel Gideon Balinsa berusia 27 tahun, lahir di Sorong, telah mengakhiri masa kerjanya di Arema FC setelah tiga musim bergabung. Pada Mei 2023, ia direkrut dari Persewar dan segera menjadi andalan di lini tengah Singo Edan.
Peran Balinsa sebagai gelandang bertahan penting. Ia sering memutus serangan lawan, menjaga keseimbangan permainan, dan menjadi penghubung antar lini. Selama tiga musim, ia tampil 64 kali di berbagai kompetisi resmi, termasuk Liga 1 dan Piala Presiden.
Kontribusi Balinsa tak terlepas dari kemenangan Piala Presiden 2024. Dengan disiplin, kerja keras, dan determinasi, ia dipercaya menjaga soliditas lini tengah. Namun, pada Mei 2026, kontraknya berakhir dan manajemen memutuskan tidak memperpanjangnya. Keputusan tersebut didasari oleh proyeksi tim untuk musim depan, di mana Balinsa tidak masuk dalam rencana strategis.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menyampaikan apresiasi atas dedikasi Balinsa. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Samuel Gideon Balinsa atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang telah diberikan selama tiga musim bersama Arema FC,” kata Yusrinal kepada wartawan, Senin (15 Juni 2026). “Balinsa merupakan sosok pemain yang selalu memberikan kemampuan terbaiknya untuk tim dan menjadi bagian penting dalam perjalanan klub selama beberapa musim terakhir,” sambungnya.
Yusrinal menilai Balinsa memiliki profesionalisme tinggi. “Sebagai seorang pemain profesional, Balinsa menunjukkan komitmen yang luar biasa baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia menjalankan setiap tanggung jawab dengan penuh kesungguhan dan menjadi bagian dari skuad yang berhasil mempersembahkan gelar juara Piala Presiden 2024,” bebernya.
Yusrinal juga mengharapkan masa depan Balinsa penuh kesuksesan. “Kami mendoakan agar Samuel Gideon Balinsa meraih kesuksesan bersama klub barunya nanti. Semoga seluruh pengalaman yang diperoleh selama membela Arema FC menjadi bekal berharga untuk terus berkembang dan mencapai prestasi yang lebih tinggi,” terang Yusrinal.
Perjalanan tiga musim bersama Arema FC membawa banyak cerita, perjuangan, dan kenangan. Meskipun kini berpisah, kebersamaan tersebut tetap menjadi bagian penting dari sejarah Singo Edan.
Perpindahan ini menandai akhir era Balinsa di klub, namun juga membuka babak baru bagi pemain yang telah menunjukkan kualitas tinggi. Arema FC tetap fokus pada penyusunan skuad yang sesuai dengan visi jangka panjang, sementara Balinsa akan mencari tantangan baru di klub berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
