11 Juni 2026: 25 Dzulhijjah 1447 H Menjadi Tanggal Resmi
Gambar atau konten salah?
Setiap hari, banyak orang bertanya, “Berapa tanggal Hijriah hari ini?” Pertanyaan itu sering muncul di kalangan umat Islam yang ingin menyesuaikan jadwal ibadah dan hari penting keagamaan. Penanggalan Hijriah dan Masehi memang berbeda, sehingga konversi diperlukan.
Konversi dilakukan berdasarkan perhitungan astronomi dan tradisi pengamatan bulan. Kementerian Agama Republik Indonesia menyusun kalender konversi resmi, yang menjadi acuan bagi banyak lembaga dan masyarakat.
Menurut kalender konversi yang disusun oleh Kemenag, 11 Juni 2026 jatuh pada 25 Dzulhijjah 1447 H. Bulan Juni 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Dzulhijjah 1447 H dan Muharram 1448 H.
Berikut rincian konversi tanggal Masehi ke Hijriah sepanjang bulan Juni 2026:
- 01 Juni 2026 – 15 Dzulhijjah 1447 H
- 02 Juni 2026 – 16 Dzulhijjah 1447 H
- 03 Juni 2026 – 17 Dzulhijjah 1447 H
- 04 Juni 2026 – 18 Dzulhijjah 1447 H
- 05 Juni 2026 – 19 Dzulhijjah 1447 H
- 06 Juni 2026 – 20 Dzulhijjah 1447 H
- 07 Juni 2026 – 21 Dzulhijjah 1447 H
- 08 Juni 2026 – 22 Dzulhijjah 1447 H
- 09 Juni 2026 – 23 Dzulhijjah 1447 H
- 10 Juni 2026 – 24 Dzulhijjah 1447 H
- 11 Juni 2026 – 25 Dzulhijjah 1447 H
- 12 Juni 2026 – 26 Dzulhijjah 1447 H
- 13 Juni 2026 – 27 Dzulhijjah 1447 H
- 14 Juni 2026 – 28 Dzulhijjah 1447 H
- 15 Juni 2026 – 29 Dzulhijjah 1447 H
- 16 Juni 2026 – 30 Dzulhijjah 1447 H
- 17 Juni 2026 – 01 Muharram 1448 H
- 18 Juni 2026 – 02 Muharram 1448 H
- 19 Juni 2026 – 03 Muharram 1448 H
- 20 Juni 2026 – 04 Muharram 1448 H
- 21 Juni 2026 – 05 Muharram 1448 H
- 22 Juni 2026 – 06 Muharram 1448 H
- 23 Juni 2026 – 07 Muharram 1448 H
- 24 Juni 2026 – 08 Muharram 1448 H
- 25 Juni 2026 – 09 Muharram 1448 H
- 26 Juni 2026 – 10 Muharram 1448 H
- 27 Juni 2026 – 11 Muharram 1448 H
- 28 Juni 2026 – 12 Muharram 1448 H
- 29 Juni 2026 – 13 Muharram 1448 H
- 30 Juni 2026 – 14 Muharram 1448 H
Dengan demikian, bagi yang memerlukan jadwal ibadah, hari 11 Juni 2026 adalah 25 Dzulhijjah 1447 H, dan pada tanggal 17 Juni 2026 akan masuk bulan Muharram.
Di bulan Dzulhijjah, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan. Berikut rangkuman yang diambil dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:
1. Puasa Dzulhijjah
Puasa selama sembilan hari pertama, yaitu tanggal 1‑9 Dzulhijjah, dianggap shalih. “Sesungguhnya, Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR. Abu Dawud) Ummul Mu'minin Hafsah menuturkan hal tersebut.
2. Puasa Arafah
Puasa pada hari Arafah atau tanggal 9 Dzulhijjah sangat dianjurkan. Hari ini penuh keutamaan, termasuk pengampunan dosa dan wukuf bagi jamaah haji. Aisyah berkata, “Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka, melainkan hari Arafah.” (HR. Muslim). Rasulullah SAW menganjurkan orang yang tidak haji untuk berpuasa di hari ini. Hadits dari Abu Qatadah menjelaskan: “Puasa Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim).
3. Bertakbir
Memperbanyak takbir, tahlil, tasbih, istighfar, dan doa dianjurkan, khususnya menjelang Idul Adha dan hari-hari tasyrik. Imam Bukhari mencatat: “Berdzikirlah kalian kepada Allah di hari-hari yang ditentukan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq.” Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan Abu Hurairah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir. Muhammad bin Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.
4. Sholat Id
Pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Shalat Idul Adha disunnahkan di pagi hari. Ibnu Abbas meriwayatkan: “Rasulullah SAW pernah keluar pada Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan shalat qabliyah maupun ba'diyah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Berkurban
Pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyriq, yang mampu disunnahkan untuk berkurban. Al-Qur’an memerintahkan: “Maka, dirikanlah sholat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (QS. al-Kautsar [108]: 02). Berkurban berarti menyembelih hewan kurban pada al‑udhhiyah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menyembelih hewan qurban setelah shalat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa pada tanggal 13, 14, dan 15, yang dikenal sebagai ayyamul bidh, dianjurkan sebagai amalan rutin. Abu Daud menuturkan: “Rasulullah SAW telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.” (HR. Abu Dawud). Hadits ini juga dikutip oleh An‑Nawawi dalam Riyâdhus Shâlihîn, jilid II, hal. 81.
Dengan informasi ini, umat Islam dapat menyesuaikan jadwal ibadah sesuai sunnah. Mengetahui tanggal Hijriah hari ini, 25 Dzulhijjah 1447 H, membantu dalam merencanakan puasa, shalat, dan kurban. Selain itu, pemahaman tentang perbedaan antara kalender Masehi dan Hijriah memudahkan koordinasi kegiatan keagamaan di seluruh Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BMKG Prediksi Awal Kering 2026: 39,7% Wilayah Terpengaruh
Diskresi Partai: Keseimbangan Kekuatan dan Demokrasi Internal
Nenek Jumaria 70, Ikon Makkah 2026, Berhasil Haji
Buaya 2m di Kendari, Evakuasi ke Mako
Menteri Sosial Tegaskan Tanpa Korupsi di Sekolah Rakyat
Gubernur Sulawesi Tengah Raih CSR Rp 355 Miliar untuk Jalan
Berita Terbaru
Inna Sri Sugiati Buka Usaha Asinan Fermentasi, BRI Mendukung
Pertamax Naik Rp 16.250: Menteri Jelaskan Penyesuaian Pasar
Klungkung Nyetujui Jalan Ida Dewa Agung Jambe Resmi
BMKG Prediksi Awal Kering 2026: 39,7% Wilayah Terpengaruh
Kelas Simulasi Interview Online 24 Juni, Harga Rp120k
Pemadaman Listrik Jawa: Bahlil Menegaskan Gangguan Teknis
Indonesia Siap Hadapi Australia di Semifinal AFF U‑19 11 Juni
