Gubernur Sulawesi Tengah Raih CSR Rp 355 Miliar untuk Jalan
Gambar atau konten salah?
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, berhasil mengumpulkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp 355 miliar untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan di beberapa wilayah.
Dana tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk pembangunan dan peningkatan ruas-ruas jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Langkah ini menandai sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha, mempercepat pembangunan tanpa menambah beban keuangan daerah.
"Di tengah keterbatasan fiskal, kita harus mampu menghadirkan inovasi. Alhamdulillah, perusahaan-perusahaan tambang memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah. Ini bukan untuk pemerintah, tetapi untuk masyarakat Sulawesi Tengah," kata Anwar Hafid dalam keterangannya, Kamis (11 Juni 2026).
Total anggaran Rp 355 miliar dibagi menjadi dua proyek jalan. Empat belas perusahaan tambang akan mengeksekusi ruas jalan Towi-Kolonodale sepanjang 13 kilometer, sementara satu perusahaan bertanggung jawab atas pembangunan ruas Buleleng-Matarape.
"pembangunan daerah tidak boleh terhenti hanya karena adanya tantangan fiskal. Dia menilai pemerintah harus mampu menghadirkan solusi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar program pembangunan tetap berjalan."
"Bagi kami, ini adalah inovasi di tengah efisiensi. Sulawesi Tengah menyambut baik kesepakatan ini karena tujuannya sama, memberi manfaat kepada rakyat," ucap Anwar Hafid.
Kesepakatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat menjadi solusi ketika menghadapi keterbatasan fiskal. Pemprov Sulawesi Tengah berharap model kerja sama ini memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah.
Dengan dana CSR sebesar Rp 355 miliar, pembangunan jalan di Sulawesi Tengah dapat dipercepat tanpa menambah beban anggaran daerah. Kolaborasi ini menegaskan komitmen pemerintah dan perusahaan tambang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
