11 Rahasia Panjang Umur Bahagia di Usia Senja
Gambar atau konten salah?
Panjang umur sampai 80 atau 100 tahun memang impian banyak orang. Tapi hidup lama saja tidak cukup. Kualitas hidup di masa tua juga penting. Sandra Bond Chapman, PhD, seorang ilmuwan saraf kognitif, menekankan bahwa pola pikir positif adalah kuncinya.
"Kita bisa mengambil langkah-langkah sederhana untuk mengoptimalkan kesehatan otak kita dari tahun ke tahun, dan memperpanjang fungsinya hingga usia lanjut," kata Chapman.
Lalu, apa saja kebiasaan yang bisa membuat seseorang tetap sehat, aktif, dan bahagia di usia senja? Berikut 11 kebiasaan sederhana yang dirangkum dari laporan tersebut.
1. Bangun Lingkungan Sosial yang Saling Mendukung
Kesepian bisa dicegah dengan lingkaran pertemanan yang solid. Sue Ross (74) dari Arizona, Amerika Serikat, rajin bersepeda bersama kelompoknya. Bukan karena olahraganya, tapi karena persahabatannya.
"Kami semua agak gila, tetapi kami saling merangkul ketika salah satu dari kami kehilangan suaminya dan ketika yang lain bercerai," kata Sue.
2. Jangan Takut Menjadi Pemula di Usia Tua
Mempelajari hal baru melatih fokus otak. Frederick Ballet (74), pensiunan dokter bedah, nekat belajar kitesurfing di usia 50-an.
"Ketika saya terlibat dalam aktivitas yang saya sukai, baik itu pekerjaan atau rekreasi, konsentrasinya total, tidak ada hal lain yang masuk," ujar pria dari Long Beach Island, New Jersey.
3. Luangkan Waktu di Alam Terbuka Setiap Hari
Stres akibat gawai bisa diredakan dengan menyatu dengan alam. Peter Gros (70), pakar lingkungan, menyarankan jalan-jalan di taman atau pantai.
"Anda akan hidup lebih bahagia jika meluangkan waktu setiap hari untuk berjalan-jalan di taman atau di pantai terdekat," saran Peter.
4. Mengabdi dan Membantu Sesama
Menjadi relawan memberikan tujuan hidup yang kuat. Callalilly Cousar (95) dari Philadelphia, telah mengabdikan hidupnya untuk membantu lingkungan sekitar.
"Sikap saya begini: Saya akan melakukan semua yang saya bisa, sebanyak yang saya bisa, selagi saya bisa," tegas Callalilly.
5. Berani Menetapkan Batasan Diri
Masa tua adalah waktu terbaik untuk menjaga kedamaian pikiran. Jessica Reiner (84) belajar membatasi kunjungan keluarga yang menginap demi kenyamanan fisiknya.
"Meskipun saya sangat menyukainya, saya tahu itu adalah batas kemampuan saya," kata Jessica dari New York City.
6. Belajar Mendengarkan Orang Lain
Mendengarkan cerita sesama memberikan perspektif hidup berharga. Ed Schuck (88) aktif menjadi sukarelawan pengantar lansia ke dokter.
"Pepatah 'Anda mendapatkan lebih banyak daripada yang Anda berikan' itu sangat benar," ungkap Ed.
7. Dukung dan Wariskan Ilmu ke Generasi Muda
Membantu generasi penerus menjadi cara meninggalkan warisan hidup yang bermakna. Ed Hajim (88) aktif merancang kurikulum pembimbing siswa.
"Kita tahu kita tidak akan hidup selamanya, tetapi membantu orang lain berarti kita mungkin akan diingat," tuturnya.
8. Tetap Aktif Bergerak dan Menari
Aktivitas motorik seperti menari merangsang sel otak. Judi Sheppard Missett (81), pendiri Jazzercise, mengatakan tarian baru sangat bagus melatih otak.
"Ketika Anda merasa baik tentang diri sendiri dan merasa sehat, energik, serta vital, hal itu membuat perbedaan besar," ungkap Judi.
9. Temukan Hobi Baru yang Menyenangkan
Olahraga kelompok santai mampu memperluas relasi sosial. Peter Galbraith (86) menceritakan keseruannya saat bermain pickleball.
"Orang-orang bersenang-senang, bertemu orang baru, dan tertawa... Ini tentang kesenangan; aspek sosialnya sangat menyegarkan," bebernya.
10. Jangan Takut Membuka Diri dan Berkenalan
Mencari teman baru, bahkan lewat aplikasi kencan, melatih keberanian sosial. D'yan Forest (90), seorang komedian, aktif mencari kenalan baru setiap hari.
"Jika Anda merasa malu, Anda dapat mencoba memecahkan ketegangan dengan lelucon dan senyuman," kata D'yan.
11. Hiduplah untuk Hari Ini
Fokus pada masa kini membuat masa tua berjalan lebih tenang. Rahasia pamungkas ini dipegang teguh oleh Deborah Szekely yang kini telah mencapai usia 103 tahun.
"Saya tidak menyesali kesalahan apa pun yang telah saya buat; saya bahkan tidak memikirkannya, karena itu sudah berlalu!" pungkas Deborah.
Kebiasaan-kebiasaan ini bukanlah resep ajaib. Tapi dari cerita orang-orang di atas, terlihat bahwa kunci panjang umur dan bahagia bukan hanya soal genetik atau makanan. Lebih dari itu, menjaga hubungan sosial, terus belajar, dan memiliki tujuan hidup yang jelas tampaknya sama pentingnya. Mereka tidak menunggu kebahagiaan datang. Mereka menciptakannya sendiri, setiap hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lonjakan Heatstroke: 4.580 Orang Dirawat, Lansia Paling Terdampak
China Target Angka Harapan Hidup 80 Tahun di 2030
7 Makanan Penakluk Asam Urat
WHO: Kasus Kanker Global Diprediksi Hampir Dua Kali Lipat pada 2050
5 Kebiasaan Sepele Picu Gagal Ginjal di Usia Muda
Kontroversi Telur Hilang dari Menu Makan Siang Gratis India
Berita Terbaru
Messi Bawa Argentina ke Final Piala Dunia 2026
IHSG Naik Tipis Pagi Ini, Tren Bulanan Masih Tertekan
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Sales Surabaya Tipu Pembeli, Minta Transfer ke Rekening Pribadi
ChatGPT Work, Agen AI Kantor Baru OpenAI
OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Bursa Mineral
