163 Siswa Miskin di Bali Diterima di Sekolah Rakyat Gratis
Gambar atau konten salah?
Sebanyak 163 siswa telah diterima di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali. Mereka berasal dari berbagai daerah di Bali, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Bagi sebagian siswa, kesempatan ini menjadi jalan keluar dari keterbatasan ekonomi yang nyaris memutus mimpi mereka untuk melanjutkan pendidikan.
Salah satunya adalah Ni Luh Sintya (12), seorang lulusan SD dari Desa Besakih, Karangasem. Sintya hampir saja tidak melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Penyebabnya sederhana: orang tuanya kesulitan membiayai pendidikannya. "Sempat ada keinginan untuk tidak lanjut ke SMP karena keterbatasan biasa untuk sekolah," ujar Sintya pada Selasa, 14 Juli 2026.
Mengetahui situasi itu, pihak sekolah kemudian menghubungi orang tua Sintya. Mereka mengusulkan agar Sintya mendaftar sebagai siswa di Sekolah Rakyat. Setelah dinyatakan lolos seleksi, Sintya mengaku sangat bahagia. Ia bisa tetap bersekolah tanpa harus membebani keluarganya. "Senang dan bersyukur karena bisa lanjut sekolah bahkan bisa sampai SMA di sini," katanya.
Sintya sadar, tinggal di Sekolah Rakyat berarti harus jauh dari orang tua. Tapi ia siap beradaptasi. Ia juga berharap bisa berteman dengan banyak siswa lain selama menjalani pendidikan di sana. Kedua orang tuanya, yang bekerja sebagai buruh harian lepas, sangat mendukung keputusannya. Apalagi mereka masih harus membiayai dua adik Sintya yang masih kecil.
Cerita serupa datang dari I Ketut Deva Yasa, siswa asal Buleleng. Ia mengaku sangat senang bisa diterima di Sekolah Rakyat. Sejak awal, ia memang ingin bersekolah di tempat ini. Alasannya bukan hanya karena gratis, tapi juga karena ingin belajar lebih mandiri. "Ayah hanya tukang pijat dan ibu tidak kerja, jadi saya sangat bersyukur bisa diterima bersekolah di sini," ucap Deva.
Menurut Deva, faktor ekonomi menjadi alasan utama orang tuanya ingin ia sekolah di Sekolah Rakyat. Jika tidak diterima di sini, kemungkinan besar ia tidak bisa melanjutkan ke SMP. Semua kebutuhan, mulai dari pakaian, makan, minum, hingga tempat tinggal, sudah disediakan oleh sekolah. Tidak ada biaya yang harus dikeluarkan.
Pada hari penerimaan seragam, para siswa tampak antusias. Meskipun harus tinggal jauh dari keluarga, mereka terlihat bersemangat menyambut tahun ajaran baru. Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Karangasem menerima total 163 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027. Rinciannya: 78 siswa SMA, 76 siswa SMP, dan 9 siswa SD. Mereka datang dari berbagai kabupaten di Bali.
Bagi anak-anak dari keluarga dengan ekonomi terbatas, sekolah seperti ini menjadi satu-satunya jembatan untuk terus belajar. Tanpa biaya, tanpa tekanan biaya hidup. Mereka bisa fokus pada pendidikan dan masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
SD Negeri di Polman Hanya Kebagian 2 Siswa Baru
Mahasiswa UMI Riset di Kyushu Institute Jepang
BPBD Sumedang Salurkan 5.000 Liter Air ke Dusun Cikaramas
Prancis vs Spanyol Perebutkan Tiket Final Piala Dunia
Sam Neill Meninggal, Sempat Lawan Pneumonia
Barcelona Siap Lepas Ferran Torres ke PSG
Spanyol Unggul Atas Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Komdigi Blokir 3,7 Juta Situs Judi Online
