BPBD Sumedang Salurkan 5.000 Liter Air ke Dusun Cikaramas
Gambar atau konten salah?
Musim kemarau mulai melanda wilayah Sumedang, Jawa Barat. Dampaknya langsung terasa di Dusun Cikaramas, RT 001/005, Desa Serang, Kecamatan Cimalaka. Warga di sana mengalami krisis air bersih.
Untuk mengatasi situasi darurat ini, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Kabupaten Sumedang bergerak. Pada 14 Juli 2026, mereka menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sumedang, Bambang Rianto, menjelaskan jumlah warga yang terdampak. Sebanyak 98 kepala keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa mengalami kekurangan air bersih. "Kami menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada 98 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa di Dusun Cikaramas. BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan apabila masih dibutuhkan," ujar Bambang.
Bambang mengatakan distribusi air bersih ini adalah langkah tanggap darurat. Tujuannya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan. "Distribusi air dilakukan sebagai respons terhadap berkurangnya pasokan air yang biasa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sembari menunggu kondisi sumber air kembali normal," katanya.
Bambang juga mengimbau warga untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Menurutnya, penghematan air menjadi langkah penting agar persediaan yang ada bisa bertahan lebih lama. "Kami mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Gunakan air sesuai kebutuhan dan hindari pemborosan sehingga pasokan yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan warga," ucapnya.
Selain menyalurkan bantuan, BPBD terus memantau wilayah-wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan. Pemantauan ini dilakukan agar penanganan bisa lebih cepat jika krisis air bersih terjadi di daerah lain.
Krisis air bersih di Dusun Cikaramas ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau membawa dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari. Bantuan 5.000 liter air bersih dari BPBD Sumedang hanyalah langkah awal. Keberlanjutan pasokan air sangat bergantung pada seberapa cepat sumber air alami kembali pulih.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
