188 Kasus Kontrak Pemain, APPI Desak Klub Bayar Tunggakan
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) bertemu dengan operator liga, I.League, untuk membahas masalah tunggakan hak kontraktual pemain yang masih menjadi persoalan di sepak bola nasional. Hingga pertengahan Juni 2026, APPI mencatat ada 188 kasus kontraktual yang melibatkan klub-klub dari tiga level kompetisi: Super League, Championship, dan Liga Nusantara.
Pertemuan ini digelar di Kantor I.League, Jakarta, pada Selasa, 23 Juni 2026, setelah kompetisi musim 2025/26 berakhir. Dari pihak APPI, hadir Presiden APPI Hanif Sjahbandi, anggota Komite Eksekutif APPI Andritany Ardhiyasa dan Yolanda Krismonica, Sekjen APPI Gotcha Michel, serta Kepala Divisi Legal APPI Jannes Silitonga. Sementara dari operator kompetisi, hadir Direktur Bisnis dan Komersial I.League Sadikin Aksa bersama jajaran manajemen.
Dalam pertemuan itu, APPI menyampaikan data kasus tunggakan hak-hak kontraktual pemain yang tercatat hingga 19 Juni 2026. Secara keseluruhan, ada 188 kasus kontraktual dari 17 klub yang diterima dan ditangani APPI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 kasus sudah mendapatkan putusan final dan mengikat dari National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia.
Namun, masih ada sejumlah klub yang belum menjalankan kewajiban berdasarkan putusan tersebut. Klub-klub itu adalah Semen Padang dan PSBS Biak dari Super League, serta Adhyaksa FC dan Sriwijaya FC dari Championship.
"Penyelesaian tunggakan yang telah memiliki putusan final merupakan hal yang sangat penting karena menyangkut hak para pemain," kata Hanif Sjahbandi dalam pernyataan resmi.
"Kami mengapresiasi komitmen I.League untuk membantu memastikan proses tersebut berjalan dan berharap peningkatan dalam proses verifikasi dapat mencegah terjadinya kasus tunggakan gaji yang berulang," ujarnya menambahkan.
APPI Soroti Tata Kelola Kompetisi
Selain persoalan tunggakan gaji dan kontrak, APPI juga membahas sejumlah isu lain bersama I.League. Topik yang menjadi perhatian mencakup peningkatan tata kelola kompetisi, perlindungan hak-hak pesepakbola profesional, kepatuhan terhadap kontrak, hingga upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi para pemain.
APPI berharap koordinasi dengan operator kompetisi dapat membantu meminimalkan kasus serupa pada musim-musim berikutnya.
Nilai Tunggakan Capai Miliaran Rupiah
Berdasarkan data APPI, tunggakan kontraktual yang masih tercatat berasal dari tiga level kompetisi nasional. Berikut rinciannya:
- Super League: Rp 5.312.794.412 + USD 77.440 + EUR 2.468,94
- Championship: Rp 4.229.051.750 + USD 19.129,40
- Liga Nusantara: Rp 1.303.597.342
Angka-angka ini menunjukkan bahwa persoalan tunggakan hak pemain bukanlah masalah kecil. Nilainya mencapai miliaran rupiah, dan melibatkan klub dari semua level kompetisi. APPI dan I.League sama-sama berharap agar koordinasi yang lebih baik bisa mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan. Namun, tanpa tindakan nyata terhadap klub-klub yang belum mematuhi putusan NDRC, masalah ini kemungkinan akan terus berulang setiap musimnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Matchday 2 Piala Dunia 2026 Rampung, 7 Tim Lolos ke 32 Besar
Nasib 9 Wakil Asia di Piala Dunia 2026
Queiroz Sindir VAR "Pergi Ngopi" Usai Ghana Dirampok Penalti
Portugal Pesta Gol, Ronaldo Bawa Tim ke Unggul 3-0
Portugal Vs Uzbekistan: Ronaldo Jadi Kunci Lawan Tembok Kokoh
Mbappe Disorot Usai 'Perintah' Petugas Lapangan Saat Hujan Badai
Berita Terbaru
188 Kasus Kontrak Pemain, APPI Desak Klub Bayar Tunggakan
Operator Seluler Tunggu Aturan Turunan PP Tunas
Kawanan Monyet Serbu Dua Dusun, Warga Ciamis Waswas
Matchday 2 Piala Dunia 2026 Rampung, 7 Tim Lolos ke 32 Besar
Nasib 9 Wakil Asia di Piala Dunia 2026
Queiroz Sindir VAR "Pergi Ngopi" Usai Ghana Dirampok Penalti
Tio Pakusadewo Pulih, Cegukan Tanda Jantung Bermasalah
Bahasa Bali Gaul, Slang Anak Muda yang Hidup di Tengah Modernisasi