Kawanan Monyet Serbu Dua Dusun, Warga Ciamis Waswas
Gambar atau konten salah?
Warga di Dusun Sudimara dan Cigobang, Desa Panawangan, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, hidup dalam kewaspadaan. Kekhawatiran meningkat drastis setelah sekelompok monyet liar mulai memasuki area pemukiman dan lahan pertanian dalam beberapa hari terakhir. Kejadian ini terekam oleh kamera ponsel milik warga. Dalam video yang tersebar, kawanan monyet terlihat gesit melompat dari satu atap rumah ke atap lainnya. Mereka juga menjarah hasil kebun milik penduduk.
Perilaku monyet-monyet ini dinilai semakin berani. Mereka tidak lagi takut saat diusir. Bahkan, ketika didekati oleh warga, mereka justru menunjukkan sikap agresif. Selain menimbulkan rasa takut, kehadiran satwa ini juga menyebabkan kerugian materi. Banyak tanaman di kebun dan sawah warga dilaporkan rusak akibat ulah kelompok monyet tersebut.
Yosef, yang menjabat sebagai Kasi Pelayanan Desa Panawangan, menjelaskan bahwa fenomena di Dusun Sudimara sebenarnya bukanlah hal baru. Pola ini sudah berulang setiap tahun. "Monyet liar masuk permukiman warga di wilayah Dusun Sudimara sudah berlangsung sejak lama. Setiap musim kemarau tiba, mereka pasti mendatangi perkampungan untuk mencari makanan," kata Yosef pada Rabu, 24 Juni 2026.
Namun, situasi di Dusun Cigobang justru menimbulkan tanda tanya besar. Menurut Yosef, ini adalah kali pertama wilayah tersebut diserbu oleh kawanan monyet liar. Hal ini membuat warga setempat terkejut dan bingung. "Gerombolan monyet liar yang menyerbu Dusun Cigobang entah dari mana asalnya karena baru musim kemarau saat ini munculnya," ujarnya. Tidak ada yang tahu dari mana asal gerombolan monyet tersebut.
Pemerintah desa mengambil langkah untuk menghindari konflik fisik antara manusia dan satwa. Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di titik-titik yang dianggap rawan. Yosef mengingatkan agar warga tidak melintasi area perlintasan monyet seorang diri. "Usahakan bilamana akan melewati lokasi gerombolan monyet liar itu berada jangan sendirian, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan," jelasnya. Ini adalah langkah antisipasi sederhana namun penting.
Sementara itu, Kepala Desa Panawangan, Majur, menyatakan bahwa pihaknya sudah mengambil langkah darurat dengan metode tradisional. Warga mulai menempatkan anjing di area perkebunan untuk menghalau kawanan monyet tersebut. Langkah ini diambil karena penanganan satwa tidak boleh dilakukan dengan cara menembak. "Untuk upaya penanganan selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait di tingkat kabupaten," pungkas Majur.
Fenomena ini menunjukkan bahwa interaksi antara manusia dan satwa liar semakin kompleks. Di Dusun Sudimara, pola tahunan sudah bisa diprediksi. Namun, di Dusun Cigobang, kemunculan mendadak ini menjadi peringatan bahwa perubahan musim dapat membawa konsekuensi yang tidak terduga. Warga kini harus hidup berdampingan dengan ketidakpastian, sambil menunggu langkah koordinasi lebih lanjut dari pemerintah kabupaten.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Puluhan Ton Eceng Gondok Disikat dari Waduk Jangari Cianjur
Lima Jemaah Haji Tasikmalaya Meninggal di Tanah Suci
Bandung Terima 151 Mesin RDF Hibah, 50 Titik Bantuan TNI AD
DPRD Jabar: Jangan Korbankan Beasiswa Miskin Demi Sekolah Swasta
Pedagang Cuanki di Masjid Pusdai Bandung Meradang, Minta Penertiban Ditunda
Farhan Larang Cuanki Depan Pusdai, Nongkrong Bubar Tengah Malam
Berita Terbaru
Matchday 2 Piala Dunia 2026 Rampung, 7 Tim Lolos ke 32 Besar
Nasib 9 Wakil Asia di Piala Dunia 2026
Queiroz Sindir VAR "Pergi Ngopi" Usai Ghana Dirampok Penalti
Tio Pakusadewo Pulih, Cegukan Tanda Jantung Bermasalah
Bahasa Bali Gaul, Slang Anak Muda yang Hidup di Tengah Modernisasi
Jadwal Sholat Denpasar 24 Juni 2026 Lengkap Niat
Sarwendah Bantah Halangi Ruben Onso Temui Anak
Portugal Pesta Gol, Ronaldo Bawa Tim ke Unggul 3-0
Tiga Pemuda Tewas di Baron, Polisi Pastikan Kecelakaan Murni